Banda Aceh – Personel Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh (Satpol PP WH) menegur seorang pria yang kedapatan merokok di ruang terbuka, tepatnya di salah satu anjungan dalam Komplek Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), Senin (23/2/2026).
Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan Syariat Islam serta menjaga kekhusyukan bulan suci Ramadan di ibu kota Provinsi Aceh.
Saat dimintai keterangan oleh petugas, pria tersebut mengaku baru tiba dari Aceh Tenggara. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak berpuasa karena alasan uzur syar’i sebagai musafir atau sedang dalam perjalanan jauh.
Komandan Peleton 1 Wilayatul Hisbah, Muhammad Muda, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap keterangan yang bersangkutan. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, petugas menyimpulkan pria tersebut memang benar seorang musafir.
“Keterangannya didukung dengan perlengkapan dan barang bawaan yang beliau bawa dari kampung halaman. Secara hukum agama, beliau memang memiliki keringanan untuk tidak berpuasa,” ujar Muda.
Meski demikian, Satpol PP WH tetap memberikan sosialisasi dan pemahaman. Petugas menegaskan bahwa meskipun seseorang memiliki uzur syar’i, aktivitas makan, minum, atau merokok di ruang terbuka tetap melanggar Qanun yang berlaku di Banda Aceh.
“Kami memberikan edukasi bahwa meskipun sedang uzur syar’i, sangat penting untuk menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa. Kami berpesan agar tidak makan, minum, atau merokok di ruang terbuka atau tempat umum,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran personel di Komplek PKA merupakan tindak lanjut dari banyaknya aduan masyarakat. Warga kerap melaporkan adanya dugaan pelanggaran Syariat Islam di kawasan tersebut.
Karena itu, patroli rutin dan pengawasan intensif terus dilakukan guna memastikan ketertiban umum serta menjaga kenyamanan masyarakat selama bulan Ramadan di Banda Aceh.
Editor: Dahlan












