Home / Daerah

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:14 WIB

Di Tengah Bencana, SAPA Desak BPBD Bireuen Buka Rincian BTT

mm Redaksi

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami. Foto: Dok. Istimewa

Bireuen – Ketua Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), Fauzan Adami, meminta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bireuen untuk mempublikasikan secara terbuka rincian penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Fauzan menyampaikan, berdasarkan informasi yang diperoleh SAPA, alokasi BTT Kabupaten Bireuen tahun anggaran 2025 mencapai lebih dari Rp2 miliar. Namun hingga kini, menurutnya, belum ada penjelasan terbuka mengenai peruntukan dan realisasi anggaran tersebut.

“Kami juga menerima informasi bahwa anggaran BTT tahun 2025 diduga tidak terserap secara maksimal dan menyisakan hingga Rp700 juta. Jika informasi ini benar, tentu sangat kami sayangkan karena berdampak langsung pada kerugian masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Fauzan, Jumat (9/1/2026).

Baca Juga :  Pawai Budaya HUT ke-80 RI di Banda Aceh, Kasdam IM Ikut Hadir

Ia menilai, dalam situasi darurat akibat bencana, tidak boleh ada alasan pembiaran anggaran darurat hingga berujung SiLPA, sementara masyarakat terdampak masih hidup dalam keterbatasan dan kekurangan.

Fauzan mengungkapkan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi langsung kepada Plt Kepala BPBD Bireuen terkait dugaan tidak terserapnya BTT tersebut. Namun jawaban yang diberikan dinilai tidak memadai.

“Kami hanya menerima jawaban singkat ‘tidak benar’, tanpa penjelasan lanjutan. Kami tidak mengetahui bagian mana yang tidak benar, apakah soal ratusan juta rupiah yang menjadi SiLPA atau hal lainnya, karena tidak ada penjelasan lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :  Sekda A. Haris: PKK Garda Terdepan Keluarga Berdaya

Oleh karena itu, Fauzan meminta agar rincian penggunaan BTT dipublikasikan melalui media agar dapat diketahui publik secara terbuka dan jelas. Ia juga menyoroti kondisi di lapangan yang dinilai belum mencerminkan pemerataan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

“Di lapangan, warga terdampak bencana masih serba kekurangan dan bantuan yang disalurkan belum memadai. Ini harus menjadi perhatian serius Bupati Bireuen. Jika pengelolaan di tingkat bawah tidak berjalan dengan baik, dampaknya bukan hanya kegagalan administrasi, tetapi juga kerugian nyata yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Polisi Sosialisasi Tertib Berlalu Lintas kepada Penumpang Kapal Express Bahari Sabang

Fauzan menegaskan bahwa setiap pejabat yang diberikan amanah wajib memahami bahwa anggaran yang dikelola merupakan uang rakyat, bukan milik pribadi maupun kelompok tertentu.

“Pejabat digaji dari uang rakyat. Bekerja dengan baik adalah kewajiban, dan transparansi adalah keharusan. Jangan sampai anggaran BTT dan bantuan lainnya hanya berputar di lingkaran tertentu, sementara masyarakat yang benar-benar membutuhkan justru terabaikan,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Tegas Perangi Narkoba, Begini Instruksi Kapolresta Banda Aceh ke Jajarannya

Daerah

Relaunching AMANAH di Aceh Besar, Irwansyah dan Illiza Tinjau Produk UMKM Banda Aceh

Daerah

Polsek Muara Batu Tingkatkan Patroli Dialogis Malam Hari
Operasi Zebra

Daerah

Polres Lhokseumawe Perkuat Koordinasi Jelang Operasi Zebra 2025

Daerah

Bupati Abdya Ajak Dunia Usaha Bersinergi Bangun Daerah: “Kesejahteraan Masyarakat Harus Jadi Prioritas Utama”

Daerah

Pangdam IM: Peredaran Barang Ilegal Ancam Stabilitas Ekonomi dan Keamanan Wilayah.
Ajang Kreasi Anak Sholeh

Daerah

Ratusan Santri Bener Meriah Ramaikan Ajang Kreasi Anak Sholeh 2025

Daerah

Sambut Ramadhan, Polsek Muara Dua Bersama TNI dan Warga Gotong Royong di Masjid Raudatul Jannah