Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat sinergi lintas sektor melalui aksi gotong royong bersama Polda Aceh di kawasan Pasar Al Mahirah Lamdingin, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini didorong sebagai langkah konkret membangun budaya kebersihan sekaligus menata kawasan publik yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar aksi bersih-bersih, melainkan simbol kuat kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat.
“Ini bukan hanya membersihkan lingkungan, tetapi bentuk nyata sinergi dalam membangun kota yang lebih baik. Kebersihan harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dicanangkan Presiden. Program tersebut diarahkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan, khususnya di ruang-ruang publik seperti pasar.
Menurut Jalaluddin, kawasan pasar menjadi prioritas karena berperan penting sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat. Lingkungan yang bersih dan tertata dinilai akan berdampak langsung pada kenyamanan, kesehatan, serta produktivitas warga.
“Kami ingin gerakan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya. Kalau lingkungan bersih, aktivitas masyarakat juga akan lebih sehat dan produktif,” katanya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Joko Krisdiyanto, menegaskan keterlibatan pihak kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program nasional sekaligus upaya mempererat sinergi lintas sektor.
“Gotong royong ini adalah wujud kepedulian bersama, tidak hanya menjaga kebersihan tetapi juga membangun kebersamaan antara Polri, TNI, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut, hasil dari kegiatan tersebut langsung terlihat dengan kondisi pasar yang lebih bersih, rapi, dan nyaman, sehingga menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi aktivitas warga.
Pemko Banda Aceh berharap kolaborasi semacam ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan berkelanjutan dalam menjaga kebersihan lingkungan kota secara menyeluruh.
Editor: Dahlan












