Home / Pemko Banda Aceh

Senin, 11 Mei 2026 - 17:26 WIB

Pemko Banda Aceh dan GeRAK Aceh Bahas Pendidikan hingga Banjir dalam Forum Suara Warga

mm Redaksi

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Forum Suara Warga yang digelar bersama GeRAK Aceh di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menghadiri Forum Suara Warga yang digelar bersama GeRAK Aceh di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Prokopim Kota Banda Aceh

Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh bersama GeRAK Aceh kembali menggelar Forum Suara Warga sebagai ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Minggu (10/5/2026).

Forum diawali dengan penyampaian policy brief dari sejumlah perwakilan masyarakat yang mengangkat berbagai isu strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan dan kebersihan lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan perempuan, hingga kebencanaan.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan forum tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik secara inklusif dan berkeadilan.

“Kami memandang policy brief ini bukan sekadar masukan, tetapi bentuk kepedulian bersama terhadap Kota Banda Aceh,” ujar Illiza yang hadir didampingi Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin, para asisten, dan sejumlah kepala dinas.

Baca Juga :  Green Policing Polda Aceh, Kapolda dan Wali Kota Illiza Hijaukan Pesisir Alue Naga

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi unsur penting dalam pembangunan kota karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri.

“Masukan masyarakat menjadi bahan refleksi agar pelayanan publik benar-benar dirasakan secara adil oleh seluruh warga,” katanya.

Dalam sektor pendidikan, Illiza menyoroti persoalan pungutan liar, perundungan, serta sistem zonasi sekolah yang dinilai masih menjadi perhatian masyarakat.

Ia menyebut Pemko Banda Aceh telah menerbitkan surat edaran larangan pungutan pada satuan pendidikan yang diperkuat dengan sosialisasi dan kanal pengaduan masyarakat.

“Kami ingin memastikan akses pendidikan berjalan lebih adil dan nyaman bagi peserta didik,” ujarnya.

Di bidang kesehatan, pemerintah kota juga terus melakukan peningkatan fasilitas layanan serta edukasi kepada masyarakat terkait akses pelayanan BPJS Kesehatan.

Selain peningkatan fasilitas, Illiza menegaskan pentingnya pelayanan kesehatan yang humanis dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Kemanusiaan Tahap II untuk Korban Banjir Bandang di Aceh Utara

“Kami terus mendorong pembinaan tenaga kesehatan agar tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki empati dalam memberikan pelayanan,” katanya.

Sementara di sektor ekonomi, Pemko Banda Aceh mencatat realisasi investasi mencapai Rp167,7 miliar dari 1.197 proyek kegiatan ekonomi.

Menurut Illiza, pemerintah juga terus memperkuat program pemberdayaan UMKM, pelatihan tenaga kerja, serta intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

“Namun akses permodalan dan perlindungan masyarakat dari praktik rentenir maupun pinjaman online masih menjadi perhatian yang perlu diperkuat,” ujarnya.

Dalam upaya mengurangi risiko banjir, Pemko Banda Aceh terus memperkuat sistem drainase kota. Pada 2025, pemeliharaan drainase dilakukan sepanjang 90,6 kilometer dan pada 2026 ditargetkan mencapai 58,3 kilometer disertai pembangunan saluran baru di sejumlah titik.

Baca Juga :  Jamuan Hangat Wali Kota Illiza di Banda Aceh, Kepala Daerah APEKSI Komwil I Nikmati Kuliner Khas Aceh

“Langkah ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air dan mengurangi titik genangan,” kata Illiza.

Di sektor lingkungan, pemerintah kota juga terus mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan menuju konsep zero waste city serta peningkatan ruang terbuka hijau.

Menutup sambutannya, Illiza menegaskan komitmen Pemko Banda Aceh untuk terus membangun kota dengan pendekatan inklusif yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.

“Kami melihat forum ini bukan sebagai kritik semata, tetapi energi bersama untuk memastikan pembangunan Banda Aceh benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” demikian Illiza.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog terbuka. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias menyampaikan aspirasi dan masukan langsung kepada pemerintah kota.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Nasional

Wali Kota Banda Aceh Terima Penghargaan Nasional atas Layanan Pendidikan Inklusif untuk Masyarakat Miskin

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Gelar Musrenbang 2027, Prioritaskan Infrastruktur dan SDM

Pemko Banda Aceh

Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 Dibesuk Wali Kota Banda Aceh, Doakan Segera Pulih

Pemko Banda Aceh

Qanun Kepemudaan Banda Aceh Dukung Pemuda Gampong Jadi Mitra Strategis Pembangunan

Pemko Banda Aceh

Illiza Serahkan Santunan Kematian BPJS Ketenagakerjaan, Komitmen Lindungi Pekerja Rentan Banda Aceh

Pemko Banda Aceh

Bangun Hubungan Kerja Harmonis, Disnaker Banda Aceh Gelar Sosialisasi LKS Bipartit di Muraya Hotel

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Salurkan Bantuan Tahap III APEKSI untuk Korban Banjir Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Langsa

Pemko Banda Aceh

Pemko Banda Aceh Luncurkan Gerakan Pangan Murah, Wali Kota Illiza: Wujud Kepedulian terhadap Stabilitas Harga