Home / Aceh Barat / Pemerintah

Senin, 22 Desember 2025 - 15:19 WIB

Pemkab Aceh Barat Gelar Musyawarah Petani Pasca Bencana, Serap Aspirasi Pemulihan Sektor Pertanian

mm Tiara Ayu Juneva

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., berdialog dengan perwakilan petani saat Musyawarah Petani Pasca Bencana di Gampong Marek, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Minggu (21/12/2025). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., berdialog dengan perwakilan petani saat Musyawarah Petani Pasca Bencana di Gampong Marek, Kecamatan Johan Pahlawan, Meulaboh, Minggu (21/12/2025). Foto: Dok. Pemkab Aceh Barat

Meulaboh — Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menggelar Musyawarah Petani Pasca Bencana di Balai Musyawarah Gampong Marek, Kecamatan Johan Pahlawan, Minggu (21/12/2025). Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi petani terdampak bencana alam sekaligus merumuskan langkah pemulihan sektor pertanian secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Bupati Aceh Barat, Tarmizi, SP., MM., menyampaikan bahwa musyawarah yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian tersebut diikuti perwakilan petani dari 12 kecamatan di Aceh Barat. Dalam forum tersebut, para petani menyampaikan secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi pasca bencana, mulai dari kerusakan lahan pertanian, gagal panen, terganggunya jaringan irigasi, hingga keterbatasan sarana dan prasarana penunjang produksi.

Baca Juga :  Asisten III Sekda dan Ketua TP PKK Aceh Hadiri Malam Pisah Sambut Kapolda

Menurut Tarmizi, seluruh masukan dan aspirasi petani akan dihimpun sebagai bahan utama dalam penyusunan kebijakan serta program pemulihan sektor pertanian, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen untuk hadir dan mendampingi petani pasca bencana. Kami tidak akan mengambil kebijakan secara sepihak. Setiap keputusan akan didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan agar persoalan petani dapat ditangani secara tepat sasaran,” tegas Tarmizi.

Baca Juga :  Mualem Fokus Selesaikan Tahapan Akhir Pemeriksaan Kesehatan di Singapura Agar Segera Kembali ke Aceh

Dalam sesi diskusi, salah seorang petani dari Kecamatan Arongan Lambalek, Samsudin (49), mengungkapkan bahwa lahan persawahan di wilayahnya tertimbun lumpur setinggi sekitar 60 sentimeter sehingga tidak dapat diolah. Ia berharap pemerintah segera menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi lahan agar petani dapat kembali menanam sebelum musim tanam berikutnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Barat, Safrizal, SP., MSc., menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan petani. Sesuai arahan Bupati Aceh Barat, Dinas Pertanian akan segera mengambil langkah-langkah konkret dalam penanganan dampak bencana terhadap sektor pertanian.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Barat Gelar Bimtek TPS-3R, Dorong Pencapaian Penghargaan Adipura

Melalui musyawarah ini, Safrizal menegaskan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat akan terus mendampingi para petani dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana.

Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala dinas terkait, unsur TNI–Polri, akademisi Universitas Teuku Umar, serta tokoh masyarakat.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

Ketua Muda Seudang Aceh Barat Kecam Tindakan PT Mifa Bersaudara Laporkan Bupati ke Polisi

Aceh Besar

Jaga Ketertiban, Satpol PP dan WH Aceh Besar Pasang Spanduk Larangan Berjualan di MPP

Aceh Besar

Bupati Ajak Pemuda Satukan Visi Bangun Aceh Besar

Aceh Besar

Usai Shalat Ied, Pemkab Aceh Besar Serahkan 4 Hewan Qurban

Aceh Barat

Pangdam IM Resmikan Rumah Layak Huni untuk Warga Aceh Barat

Aceh Besar

Mulai Marak di Aceh Besar, Syech Muharram Soroti Tunangan yang Tampilkan Pasangan Duduk Bersanding

Pemerintah

Bupati Aceh Utara Ajak Masyarakat Hadiri Zikir Akbar Peringati 20 Tahun Perdamaian Aceh

Pemerintah

Khalid DPRA: Pemulihan Aceh Pascabencana Harus Fokus Ekonomi dan Infrastruktur