Home / Daerah

Selasa, 7 Juli 2026 - 14:12 WIB

Pemerintah Pidie Jaya Bersamaan BI dan USK Panen Bawang Merah Di Bekas Tanah Bencana Hidrometeorologi 

mm Muhammad Rissan

Panen Berama Bawang Berah hasil Budidaya kelompok tani Jaya, Gampong Meunasah Tengeuh, Meurah Dua, Pidie Jaya, Selasa, 7/7/2026. Foto: Dok/Muhammad Rissan

Panen Berama Bawang Berah hasil Budidaya kelompok tani Jaya, Gampong Meunasah Tengeuh, Meurah Dua, Pidie Jaya, Selasa, 7/7/2026. Foto: Dok/Muhammad Rissan

Pidie Jaya – Pemerintah Pidie Jaya terus bergerak melakukan berbagai Upaya pemulihan ekonomi masyarakat terutama sekali di sektor pertanian yang sawahnya telah dihantam banjir bandang,

Dalam hal ini, Pemerintah Pidie Jaya bersama Bank Indonesia (BI) dan USK serta DJPP Aceh  telah  menghadirkan secercah harapan bagi petani melalui pengembangan budidaya bawang merah sebagai pilot project pemulihan ekonomi berbasis pertanian untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat setelah ratusan hektare sawah terdampak bencana.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Agus Chusaini, mengatakan bahwa program tersebut tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan produksi bawang merah, melainkan membangun model pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dapat menjadi contoh bagi daerah terdampak bencana.

Baca Juga :  Salam Presisi, Dansatgas Yonif 112/DJ hadiri acara syukuran HUT Bhayangkara Ke 79 di Puncak Jaya

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan penyerahan sarana dan prasarana serta panen bersama bawang merah hasil budidaya kelompok tani Jaya , Gampong Meunasah Tengeuh, Kecamatan Meurah Dua,  Selasa, 7/7/2026.

“Kita ingin menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di daerah terdampak bencana. Jangan sampai setelah bencana aktivitas ekonomi berhenti. Potensi lahan yang masih bisa dimanfaatkan harus segera digerakkan” ujar Agus.

Semetara itu Sekda Pidie Jaya, Dr. Munawar Ibrahim, menyampaikan bahwa pembinaan yang dilakukan Bank Indonesia yang tituy di bantu oleh beberpa Profesor USK merupakan bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah.

Baca Juga :  Wakapolres Ajak Personel Dukung Whistle Blowing System

Lanjutnya, kawasan yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir dipilih sebagai lokasi percontohan agar proses pemulihan ekonomi dapat dimulai dari wilayah yang paling membutuhkan.

Kalau hasilnya baik dalam program percontohan ini, nantinya Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya akan memperluas penanaman bawang merah serta berbagai komoditas palawija ke kawasan terdampak lainnya untuk mengembalikan produktivitas lahan sekaligus meningkatkan pendapatan petani secara berkelanjutan. ucapnya

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Pidie Jaya, M. Nur, SP, M.Si, mengapresiasi dukungan Bank Indonesia yang dinilai menjadi energi baru bagi petani untuk kembali mengolah lahan mereka.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Penyeberangan Penumpang di Pelabuhan Ulee Lheue Aman dan Lancar

Menurutnya, kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci percepatan pemulihan sektor pertanian yang sempat lumpuh akibat banjir, dengan harapan model pemberdayaan ini dapat direplikasi secara lebih luas sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani di akar rumput.

” Dengan lahan kembali produktif, ekonomi keluarga petani diharapkan bangkit, ketahanan pangan daerah semakin kuat, dan kesejahteraan masyarakat pedesaan dapat terus meningkat ” pungkasnya. ( R )

Share :

Baca Juga

Daerah

Usai Misi Perdamaian PBB, Satgas Yonmek Konga XXIII-S Kembali ke Bener Meriah

Daerah

ALHAMDULILLAH, BSI Aceh Buka Booth Penukaran Riyal Di Asrama Haji Embarkasi Aceh

Daerah

BPJN Aceh Perbaiki Akses Jalan Rusak dan Terputus Akibat Diterjang Banjir

Daerah

Jembatan Umah Besi Kembali Difungsikan, TNI Imbau Truk Bertonase Berat Gunakan Jalur Alternatif

Daerah

Afdhal Dorong Generasi Muda Lestarikan Seni Aceh melalui SMS

Daerah

Pangdam IM Ucapkan Selamat ke 61 Perwira Menengah yang Naik Pangkat

Daerah

Wali Kota Banda Aceh Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Pidie Jaya

Daerah

Serap Aspirasi Warga Dapil III, Hj. Efiaty Gelar Reses Sekaligus Pererat Silaturahmi Bersama Masyarakat Syiah Kuala