Home / Aceh Besar / Pemerintah

Senin, 14 September 2026 - 11:48 WIB

Pelantikan IDI Aceh Besar, Pemkab Soroti Profesionalisme dan Kepastian Hukum Dokter

mm Redaksi

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP mewakili Bupati Muharram Idris membuka Pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar Periode 2026-2029 dan Seminar Hukum Kesehatan di Orion Hall, Darul Imarah, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Asisten I Sekdakab Aceh Besar Farhan AP mewakili Bupati Muharram Idris membuka Pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar Periode 2026-2029 dan Seminar Hukum Kesehatan di Orion Hall, Darul Imarah, Sabtu (12/9/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar terus memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Besar untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar Periode 2026-2029 yang dirangkai dengan Seminar Hukum Kesehatan di Orion Hall, Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Solidaritas Profesi, Menjunjung Etika Kedokteran serta Sinergi Meningkatkan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Aceh Besar” tersebut dibuka secara resmi oleh Asisten I Sekdakab Aceh Besar, Farhan AP, mewakili Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Farhan AP, Muharram menegaskan bahwa dokter tidak hanya berperan sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, Pemkab Aceh Besar memandang IDI sebagai mitra strategis dalam membangun sistem kesehatan yang semakin kuat, berkualitas, berkeadilan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, dokter, tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Menurut Muharram, kerja sama lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan masyarakat Aceh Besar mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, bermutu, manusiawi, dan sesuai dengan standar profesional.

Ia menyebutkan, tantangan sektor kesehatan semakin kompleks seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, digitalisasi pelayanan kesehatan, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dukung Bazar Ramadhan Leu Ue, Dorong Ekonomi Gampong Berbasis Komunitas

Dalam kondisi tersebut, dokter dituntut tidak hanya memiliki kompetensi medis yang kuat, tetapi juga memahami aspek etika, profesionalisme, administrasi, serta hukum dalam menjalankan profesinya.

Atas dasar itu, Bupati Aceh Besar mengapresiasi pelaksanaan Seminar Hukum Kesehatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan tenaga medis saat ini.

Menurutnya, pemahaman terhadap aspek hukum penting karena hubungan antara tenaga medis, pasien, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah semakin kompleks.

“Di satu sisi, dokter harus memberikan pelayanan terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan dan standar profesi. Namun di sisi lain, dokter juga harus memahami batas-batas kewenangan, hak dan kewajiban, serta aspek hukum yang melekat dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Ketua IDI Cabang Aceh Besar, dr. Aidil Fitria, menegaskan kesiapan organisasinya untuk menjadi mitra Pemkab Aceh Besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami siap bermitra,” tegasnya.

Aidil mengatakan, perkembangan informasi yang begitu cepat membuat tenaga medis, termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas, semakin membutuhkan pemahaman mengenai aspek hukum.

Karena itu, Seminar Hukum Kesehatan dirangkai dengan pelantikan kepengurusan baru agar para dokter memiliki pemahaman yang lebih baik sehingga dapat menjalankan profesinya secara aman dan profesional.

“Sekarang informasi berkembang begitu cepat, sehingga kita IDI sangat rawan dengan masalah hukum, termasuk rumah sakit, puskesmas. Karena itu kita rangkai dengan seminar hukum agar kita lebih aman, paham hukum dan tidak merasakan was-was dalam bertugas,” ujarnya.

Baca Juga :  Tarmizi Sampaikan Aspirasi PPPK Aceh Barat kepada Kepala BKN RI

Di sisi lain, Aidil mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama dalam sektor kesehatan Aceh Besar, di antaranya capaian imunisasi dan persoalan stunting yang belum mencapai target.

“Kita harapkan teman-teman IDI Aceh Besar berkolaborasi dengan Dinkes Aceh Besar dan instansi lain. Dengan dukungan teman-teman, semoga nanti kita bisa berkontribusi semakin baik bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga berharap dukungan, masukan, dan arahan dari Bupati Aceh Besar agar IDI dapat terus memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Dukungan terhadap penguatan kolaborasi tersebut turut disampaikan Sekretaris IDI Wilayah Aceh, dr. Izzidin Fadhil, M.K.M., yang mewakili Ketua IDI Wilayah Aceh dr. Muntadar, Sp.BA. Izzidin sekaligus melantik Pengurus IDI Cabang Aceh Besar berdasarkan Surat Keputusan PB IDI Nomor 0556/PB/A.4106/2026.

Izzidin menilai kolaborasi antara Pemkab Aceh Besar dan IDI memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya yakin dengan kolaborasi, semua bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh Besar. Pengurus IDI Aceh Besar ini saya lihat juga sangat kompak,” ujarnya.

Ia menegaskan, IDI Wilayah Aceh siap memberikan dukungan kepada IDI Aceh Besar, termasuk membantu mencari solusi terhadap berbagai tantangan pelayanan kesehatan dan kebutuhan tenaga medis.

“Kami di IDI Wilayah Aceh juga akan ikut mendukung teman-teman IDI Aceh Besar. Kami melihat potensi Pemkab Aceh Besar untuk berkolaborasi dengan IDI sangat besar. IDI pasti akan membantu memberikan solusi, termasuk menutupi kekurangan tenaga medis,” katanya.

Baca Juga :  Wabup Syukri Sambut Baleg DPR RI Bahas Revisi UUPA di Aceh

Menurut Izzidin, peluang kolaborasi juga dapat diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk dunia usaha melalui pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, berbagai tantangan kesehatan dapat kita hadapi bersama,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Besar berharap kepengurusan IDI Cabang Aceh Besar periode 2026-2029 semakin solid, profesional, terbuka, dan responsif terhadap berbagai persoalan kesehatan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun budaya pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme sekaligus nilai-nilai kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, di balik setiap pelayanan kesehatan terdapat harapan, kepercayaan, dan kehidupan seorang manusia yang harus kita jaga,” pesan Muharram yang dibacakan Asisten I Sekdakab Aceh Besar.

Adapun Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026-2029 yang dilantik terdiri dari Ketua dr. Aidil Fitria, Wakil Ketua I dr. Nilawati, MKM, Wakil Ketua II dr. Riva Zurianti, Sekretaris dr. Masyiththah, Wakil Sekretaris dr. Hanah Juwita Eka Puteri, dan Bendahara dr. Ina Nusrina, M.Med., M.Phil.

Melalui kepengurusan baru tersebut, Pemkab Aceh Besar berharap hubungan kemitraan dengan IDI semakin erat dan mampu melahirkan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan, memperluas akses pelayanan, memperkuat kualitas tenaga medis, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Aceh Besar.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Hadiri Pelantikan PGRI, Dorong Sekolah Nyaman dan Pelestarian Bahasa Aceh

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Ajak ASN Baru Disiplin dan Bersyukur

Aceh Besar

Anggaran Rumah Tangga Bupati Aceh Besar 2025 Disorot, Pengamat Desak APH Lakukan Penyelidikan

Aceh Besar

Lima Desa Masuk Nominasi Lomba Gampong Tingkat Kabupaten Aceh Besar

Aceh Besar

Sekda Aceh Besar Hadiri Rapat TP2DD di BI Aceh, Dorong Percepatan Digitalisasi PAD

Advertorial

10 Ribu Lebih Anak di Banda Aceh Belum Miliki KIA, Disdukcapil Gencar Masuk ke Sekolah-Sekolah

Aceh Barat

Seleksi Sekda Aceh Barat Dimulai, Ini Empat Nama Kandidat yang Diusulkan

Pemerintah

Bupati Aceh Timur Serahkan Kursi Roda untuk Lansia di Peureulak