Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 22:03 WIB

Mualem Prihatin Bencana di Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tengah

mm Redaksi

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), prihatin terhadap musibah banjir dan longsong yang menimpa beberapa kecamatan di wilayah Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tengah, pada 13-14 September 2026. Gubernur kembali mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait agar waspada potensi bencana karena sekarang musim hujan.

“Bencana hidrometeorology yang terjadi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (14 September 2026). “Pak Gubernur menyampaikannya setelah mendapat laporan mengenai musibah tanah longsor di tiga kabutapen tersebut.”

Nurlis mengatakan, Gubernur Mualem sudah menerima laporan bencana banjir dan longsor yang terjadi dalam dua hari terakhir. Menurut laporan yang diterima dari Badan Penangulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana pertama terjadi di Gayo Lues pada Minggu siang (13 September 2026)

Baca Juga :  Plt Sekda Pimpin Rapat Persiapan MCSP KPK: Ini Kerja Kolektif, Bukan Sekadar Kepatuhan

Disebutkan, lokasi banjir terjadi di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung. Ruas jalan Blangkejeren – Kutacane tidak dapat dilalui akibat material longsor.

Dampak rumah warga terendam banjir. Akses jalan tertutup material longsor. Pihak terkait telah menangani pembersihan material longsor dengan alat berat. “Selain itu juga dilakukan pendataan dampak banjir dan longsor, dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk membuka kembali akses jalan,” kata Nurlis.

Kemudian bencana banjir menular ke Aceh Tenggara terjadi pada Minggu malam (13 September 2026). Lokasi bencana menimpa 12 desa yang tersebar dalam lima kecamatan, yaitu Babusalam, Lawe Sigala-gala, Semadam, Bukit Tusam, dan Вabul Makmur.

Dilaporkan, rumah warga terendam lumpur, jembatan terdampak, tanggul jebol, akses jalan dan fasilitas umum terganggu. “BPBD Aceh Tenggara bersama aparat gampong dilaporkan telah melakukan pendataan, evakuasi warga, serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” kata Nurlis.

Baca Juga :  Banggar DPRA Soroti SiLPA, PAA hingga Aset Daerah dalam Pertanggungjawaban APBA 2025

Di Aceh Tengah, Nurlis melanjutkan, bencana longsor terjadi pada Senin dini hari (14 September 2026). Lokasi Kejadian Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara. Dampak 13 orang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban luka dirawat di RSUD Datu Beru.

Sebanyak 4 rumah terdampak, akses jalan tertutup material longsor. Dilaporkan, saat ini sudah dilakukan upaya penanganan evakuasi korban dan pembersihan material longsor. Selain itu, juga dilakukan pemantauan kondisi wilayah dan pendataan lanjutan.

Sebelumnya, Gubernur Mualem sudah mengingatkan tentang kerawanan bencana di musim hujan. “Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama karena dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir, longsor, dan bencana lainnya di sejumlah wilayah,” kata Mualem pada Kamis (3 September 2026).

Baca Juga :  Temui Dubes UEA, Fadhlullah Jajaki Investasi Energi dan Pariwisata Aceh

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Aceh berada dalam status waspada dengan potensi hujan berintensitas sedang-lebat mulai September ini hingga Februari mendatang. BMKG sempat mencantumkan Aceh sebagai wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat kategori Siaga, kemudian status itu berganti menjadi waspada.

Mualem menjelaskan, memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini sangat penting untuk dilakukan. Pemerintah Aceh bersama seluruh unsur terkait perlu memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk memperkuat koordinasi dan respons cepat di lapangan.

Mualem juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta. Kolaborasi dinilai penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Jembatan Awe Geutah Ambruk, Wagub Aceh Tinjau Lokasi dan Minta Pembangunan Jalur Alternatif Dipercepat

Advertorial

Maulid Nabi 1448 H di Masjid Raya Baiturrahman, Kepala DSI Jadi Penceramah

Pemerintah Aceh

Perkuat Transparansi, Disdik Aceh Terima Kunjungan Monev dari Komisi Informasi Aceh

Pemerintah Aceh

Hasil Seleksi Administrasi JPT Aceh Barat Diumumkan, 5 Gugur dan Formasi Dinkes Masih Dibuka

Nasional

Gubernur Aceh Terima Penghargaan Pimred Award 2025 di Banten

Pemerintah Aceh

Ombudsman RI Gelar Bimtek Penilaian Maladministrasi di Aceh, Sekda Dorong Transformasi Pelayanan Publik

Pemerintah Aceh

HKG PKK Nasional ke-54 Resmi Dibuka, TP PKK Aceh Siap Perkuat Program Pemberdayaan Masyarakat

Pemerintah Aceh

Posko Tanggap Darurat Aceh Buka Layanan Pengiriman Bantuan Bencana via Pelabuhan Ulee Lheu