Home / Nasional

Jumat, 24 Oktober 2025 - 21:55 WIB

Menag: Hakikat Wakaf Ada pada Manfaat dan Keberlanjutan bagi Umat

mm Redaksi

Menag menyerahkan wakaf secara simbolis kepada Ketua Yayasan Maghfirah (Ahmad Hatta). dok. Kemenag RI

Menag menyerahkan wakaf secara simbolis kepada Ketua Yayasan Maghfirah (Ahmad Hatta). dok. Kemenag RI

Bogor – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa hakikat wakaf tidak berhenti pada penyerahan tanah atau pembangunan fisik semata, melainkan pada bagaimana wakaf tersebut dikelola agar memberikan manfaat nyata bagi umat dan menjadi sumber kemuliaan.

Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri Penandatanganan dan Penyerahan Sertifikat Wakaf Hak Prioritas atas Tanah Lahan Kampung Maghfirah dari PT Redjo Sari Bumi kepada Yayasan Maghfirah Bina Umat, di Kampung Maghfirah, Caringin, Bogor, Jumat (24/10/2025).

Baca Juga :  Pemerintah Tetapkan 17 Hari Libur Nasional dan 8 Cuti Bersama untuk 2026

“PR kita belum selesai. Bukan hanya wakafkan tanah luas, bukan hanya membangun, tetapi bagaimana melahirkan output-output yang baik,” ujar Menag.

Menag menekankan bahwa proses wakaf merupakan amalan mulia yang tidak boleh berhenti pada aspek simbolik. Ia berharap tanah wakaf dapat berkembang menjadi pusat kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ada sebuah proses yang sangat-sangat mulia, yaitu proses wakaf. Semoga mudah, dan menjadi jariyah di akhirat bagi Bapak-Ibu sekalian,” tuturnya.

Baca Juga :  Guru PAI Terbanyak, UKMPPG 2025 Siap Digelar Serentak

Dalam kesempatan itu, Menag juga mengajak masyarakat untuk membiasakan diri berwakaf, sekecil apa pun bentuknya. Menurutnya, berwakaf bukan hanya bagi mereka yang memiliki harta besar, tetapi juga bagi siapa pun yang ingin meninggalkan jejak kebaikan abadi.

“Saya sering mengatakan, wakaflah sebelum wafat. Wakaflah, walaupun selembar genting, walaupun sebiji batu merah,” imbaunya.

Menag mengapresiasi semangat para pewakaf dan semua pihak yang turut mendukung pembangunan Yayasan Maghfirah. Ia menyebut bahwa keikhlasan dan gotong royong dalam kegiatan wakaf merupakan cerminan kemuliaan umat yang memahami makna berbagi.

Baca Juga :  Suheli Pijat, Terapis Refleksi Jakarta dengan 45 Ribu Pengikut di Media Sosial

Di akhir sambutannya, Menag mengingatkan bahwa keberhasilan wakaf tidak diukur dari luasnya tanah atau megahnya bangunan, melainkan dari manfaat dan keberlanjutan yang dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

“Wakaf harus menjadi sumber kemuliaan, sumber pemberdayaan, dan sumber keberlanjutan bagi umat. Di situlah letak nilai sejati dari amal jariyah,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Wamenag Romo Muhammad Syafii Harap Direktorat Jenderal Pesantren Jadi Kado Istimewa Hari Santri 2025

Nasional

Scooter Braun Akhiri Perjalanan Sebagai CEO HYBE America, Ini Penggantinya
Kemenag

Nasional

Kemenag Cairkan Rp4 Triliun BOS dan BOP Madrasah

Nasional

Kemenag Luncurkan EWS Si-Rukun, Sistem Deteksi Dini Konflik Sosial

Nasional

12.604 Korban Kekerasan Terdata di 2024, Mayoritas Perempuan dan Anak Jadi Sasaran

Nasional

Mentan Amran Janji Pulihkan 89 Ribu Hektare Sawah Aceh Pascabencana Banjir Bandang

Nasional

Prabowo Serahkan Pesawat A400M, Perkuat Armada TNI AU

Nasional

950 Peserta Hadiri Rakornas KAHMI Bahas Pangan, Energi, dan SDM Bangsa