Home / Aceh Besar

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:32 WIB

LPHD Gampong Leu Ue Dorong Pengembangan Kanji Glee Taron sebagai Kuliner Kearifan Lokal

mm Tiara Ayu Juneva

Ketua LPHD Rimueng Tuhan Hasan Bin Banta bersama ibu-ibu Gampong Leu Ue saat pertemuan pengelolaan Kanji Glee Taron sebagai kuliner khas Aceh Besar, di Kecamatan Darul Imarah, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Ketua LPHD Rimueng Tuhan Hasan Bin Banta bersama ibu-ibu Gampong Leu Ue saat pertemuan pengelolaan Kanji Glee Taron sebagai kuliner khas Aceh Besar, di Kecamatan Darul Imarah, Minggu (18/1/2026). Foto: Dok. MC Aceh Besar

Kota JanthoIe Bu Kanji atau yang lebih dikenal dengan Kanji Glee Taron merupakan kuliner khas Aceh Besar yang diracik dari 44 jenis daun hutan yang dipetik dari kawasan Glee Taron Mata Ie. Makanan tradisional ini diproduksi oleh ibu-ibu Gampong Leu Ue, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Guna meningkatkan produksi serta memperkenalkan lebih luas kuliner tradisional tersebut kepada masyarakat, Ketua Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Rimueng Tuhan Gampong Leu Ue, Hasan Bin Banta, menggelar pertemuan bersama kelompok ibu-ibu pengelola Kanji Glee Taron.

Baca Juga :  DP2KBPP dan PA Aceh Besar Dukung Intervensi Nutrisi untuk Percepat Penurunan Stunting

Pertemuan pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa 44 jenis daun hutan tersebut turut dihadiri Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Darul Imarah, Hasbi, serta Penyuluh Kehutanan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah I Aceh, Zura Amali, SP, di Gampong Leu Ue, Minggu (18/1/2026).

Hasan Bin Banta menyampaikan, pembinaan terhadap pelaku produksi Kanji Glee Taron bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pemasaran, sekaligus memberikan kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kita ingin kuliner tradisional khas Aceh Besar ini semakin dikenal masyarakat. Karena itu, kami menggerakkan kembali semangat ibu-ibu pelaku usaha untuk meningkatkan produksi dan memperkenalkan makanan khas Aceh agar tidak kalah saing dengan makanan modern. Kami juga membantu promosi dan pemasaran, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka dan sekaligus mendukung program pangan nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar dan Kejari Teken MoU Penerapan Pidana Kerja Sosial, Dorong Penegakan Hukum Humanis

Ketua KTNA Kecamatan Darul Imarah, Hasbi, menyambut baik upaya pelestarian dan pengembangan produk kearifan lokal tersebut. Menurutnya, Kanji Glee Taron merupakan kuliner yang sangat digemari masyarakat, terutama saat bulan Ramadan sebagai menu berbuka puasa.

“Ini makanan yang sangat diminati masyarakat. Selain rasanya khas, Kanji Glee Taron yang diracik dari berbagai jenis dedaunan juga memiliki manfaat bagi kesehatan,” ungkap mantan Imum Mukim Daroy Jeumpet itu.

Baca Juga :  Camat Ingin Jaya Jadi Irup Upacara HUT ke-80 RI di Lapangan Lubok Sukon

Sementara itu, Penyuluh Kehutanan KPH Wilayah I Aceh, Zura Amali, SP, menyatakan pihaknya mendukung pemanfaatan HHBK untuk meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kelestarian hutan.

“Produk kuliner ini merupakan kearifan lokal yang harus terus dilestarikan. Bahan bakunya berasal dari daun-daunan yang banyak tumbuh di kawasan Gunung Glee Taron. Dari sisi aturan kehutanan, pemanfaatan hasil hutan non kayu seperti daun ini tidak menjadi masalah,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Siapkan 11,4 Hektar Lahan untuk Sekolah Rakyat di Jantho

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Ziarah ke Makam Cut Nyak Dhien di Sumedang

Aceh Besar

Pameran Pembangunan Aceh Besar Resmi Dibuka di Jantho

Aceh Besar

Baitul Mal Aceh Besar Salurkan Beasiswa Penyelesaian Skripsi Tahun 2025

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Terima Kunjungan Staf Ahli Mendagri Bahas Penguatan Siskamling

Aceh Besar

RPH Lambaro Akhirnya Kantongi Sertifikat Halal MPU Aceh

Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Pimpin Upacara Hardikda ke-66, Gubernur Tekankan Pentingnya Pendidikan Unggul

Aceh Besar

AFK Aceh Besar Seleksi 281 Atlet Futsal untuk Pra PORA