Home / Daerah

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 18:26 WIB

Kapolda Aceh Ajak Warga Sebarkan Aura Positif dan Perkuat Harmoni Aceh

mm Redaksi

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, dok. Polda Aceh

Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, dok. Polda Aceh

Banda Aceh – Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyebarkan aura positif di Aceh. “Sudah bukan waktunya lagi membahas disharmoni ataupun disintegrasi, sekarang waktunya membangun,” ujarnya di Banda Aceh, Sabtu (4/10/2025).

Menurut Irjen Marzuki, rakyat Aceh perlu memperkuat harmonisasi, yakni menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dari berbagai elemen yang berbeda agar dapat berjalan bersama. “Menciptakan keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dari berbagai elemen yang berbeda agar dapat berjalan Bersama,” katanya.

Ia menekankan bahwa upaya membangun hubungan yang baik dan serasi di tengah keberagaman bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang damai, sejahtera, dan saling menghormati.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Buka Bimtek Keuangan Polri, Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Integritas

Kapolda juga menyoroti pentingnya kolaborasi Pentahelix di Aceh, sebuah model inovatif yang melibatkan lima elemen utama: pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media, untuk mencapai tujuan bersama, khususnya membangun kesejahteraan Aceh.

“Rasulullah SAW sudah memberi teladan bagaimana membangun Madinah yang kemudian kita mengenalnya sebagai konsep kota Madani. Itu adalah konsep yang sangat harmoni, dan membangun sebuah peradaban yang mulia,” tambahnya.

Irjen Marzuki mencontohkan harmonisasi yang diterapkan Sultan Iskandar Muda selama masa pemerintahannya (1607-1636). Di bawah kepemimpinannya, Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya, menjadi kerajaan terluas dan terkaya di kawasan Selat Malaka dan sebagian besar wilayah barat Nusantara.

Baca Juga :  Bupati Aceh Timur Terima Serambi Ekraf Award 2025 dari Menparekraf

Salah satu jejak harmonisasi era Sultan Iskandar Muda adalah Peunayong, yang kini dikenal sebagai Pecinan Aceh. “Peunayong inilah simbol aman dan nyaman bagi tamu luar negeri yang datang ke Aceh. Sultan menjamu tamu di Peunayong. Aceh menjadi pusat perdagangan internasional yang ramai,” kata Abituren Akabri 1991 itu.

Sultan Iskandar Muda juga menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan dengan berbagai bangsa asing, menjadikan Aceh dikenal sebagai negeri kaya raya dan pusat pembelajaran Islam. “Aceh menetapkan qanun yang adil dan melaksanakannya dengan tegas,” ujarnya.

Baca Juga :  Gampong Lubok Batee Siap Mengharumkan Nama Aceh Besar di Ajang Nasional

Irjen Marzuki menegaskan, penerapan harmonisasi yang dilakukan Sultan membuktikan kejayaan Aceh, yang tetap meninggalkan pengaruh positif hingga saat ini.

Ia menekankan arti penting harmonisasi dalam kehidupan modern: menciptakan persatuan, mengurangi konflik, membangun masyarakat inklusif, dan meningkatkan efisiensi. “Dengan demikian investasi akan masuk, pabrik-pabrik terbangun, dan ekonomi meningkat. Kemiskinan dan pengangguran berkurang,” tutupnya.***

Share :

Baca Juga

Daerah

Polsek Pintu Rime Gayo Imbau Warga Kibarkan Merah Putih dan Tingkatkan Kewaspadaan Sambut HUT RI ke-80

Daerah

Tak Hanya Perbaiki Jalan, Satker PJN II Aceh Turun Langsung Bantu Korban Banjir di Aceh Tengah

Daerah

Anggota DPRA H. Hendri Muliana Salurkan Bantuan Pokir Untuk 29 Mesjid di Simeulue 

Daerah

Bupati Syibral Buka Musda KNPI : Pembangunan Daerah Ada di Tangan Pemuda

Daerah

Tarmizi Age: Bumi Aceh Kaya, Namun Rakyat Belum Merasakan Kebahagiaan

Daerah

Satpol PP WH Banda Aceh Tertibkan Ritel Modern di Lampaseh, Jual Makanan Siang Hari Saat Ramadan

Daerah

HAkA Temukan Titik Api di Area Konsesi PT ALIS Trumon, Aceh Selatan

Daerah

Babinsa Koramil 02/Bebesen Hadiri Marketday di Sekolah Dasar Islam Terpadu Takengon