Banda Aceh – Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengajak para guru untuk aktif menulis dan memperkuat budaya literasi sebagai bagian dari upaya membangun kualitas pendidikan di Aceh.
Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Penulisan dan Penerbitan Buku yang diselenggarakan MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh di Aula Dinas Pendidikan Aceh, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Murthalamuddin menegaskan bahwa bahasa memiliki kekuatan besar dalam membangun peradaban dan menggerakkan bangsa. Karena itu, budaya membaca dan menulis harus terus ditanamkan, terutama di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga harus mampu menjadi inspirator melalui karya-karya tulis yang bermanfaat bagi generasi muda.
“Melalui tulisan, guru dapat menyampaikan gagasan, pengalaman, dan ilmu pengetahuan yang dapat memberi dampak luas bagi masyarakat,” ujar Murthalamuddin.
Ia juga mendorong para guru untuk mulai menghasilkan karya tulis dan buku yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan di sekolah.
Bahkan, Dinas Pendidikan Aceh berencana memfasilitasi penerbitan buku karya guru agar dapat digunakan sebagai bahan literasi di sekolah mulai tahun 2027 mendatang.
Murthalamuddin berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan semangat literasi para guru sekaligus melahirkan lebih banyak karya tulis berkualitas dari dunia pendidikan Aceh.
Kegiatan itu turut dihadiri sejumlah pejabat pendidikan, pengurus MGMP Bahasa Indonesia SMA Kota Banda Aceh, serta perwakilan penerbit buku nasional.
Editor: Dahlan










