Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Selasa, 15 September 2026 - 16:23 WIB

Kadis Perpustakaan Aceh Buka Bedah Buku Why, Dorong Generasi Muda Gemar Menulis

mm Redaksi

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh M. Nasir, S.IP., MPA., foto bersama penulis Hafiza Fifadlillah dan peserta kegiatan bedah buku “Why” di Aula Gedung Perpustakaan Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh M. Nasir, S.IP., MPA., foto bersama penulis Hafiza Fifadlillah dan peserta kegiatan bedah buku “Why” di Aula Gedung Perpustakaan Aceh, Banda Aceh, Selasa (15/9/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, M. Nasir, S.IP, MPA, membuka kegiatan bedah buku koleksi Perpustakaan Daerah berjudul “Why” karya Hafiza Fifadlillah. Kegiatan itu berlangsung di Aula Gedung Perpustakaan Aceh, Selasa (15/9/2026).

M. Nasir dalam sambutannya mengatakan bedah buku memiliki sejumlah manfaat, di antaranya meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan, memberikan inspirasi dan motivasi untuk menulis, mengembangkan kemampuan menulis, serta meningkatkan daya literasi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini juga dapat menjadi wadah untuk melestarikan warisan tradisi lisan, menciptakan ruang diskusi, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya lokal,” kata Nasir.

Baca Juga :  Wagub Aceh Hadiri Haul Abu Tumin, Dorong Sinergi Pemerintah dan Ulama

M. Nasir menyampaikan, budaya menulis bukanlah sesuatu yang baru bagi masyarakat Aceh. Sejak masa Kesultanan Aceh, telah banyak karya tulis yang dihasilkan, termasuk karya-karya kesusastraan yang dikenal dalam bentuk hikayat.

Perkembangan kesusastraan Aceh juga tidak terlepas dari tradisi lisan dan kekayaan hikayat, seperti Hikayat Aceh dan Hikayat Prang Sabi. Setelah masa kejayaan sastra sufistik, tradisi tersebut sempat mengalami kemunduran hingga abad ke-20, sebelum kemudian berkembang kembali melalui berbagai karya modern, seperti cerita rakyat dan novel.

Baca Juga :  Ruwaidawati Nikmati Tantangan Mengajar di Kelas Digital MTsN 1 Gayo Lues

Menurutnya, menulis memiliki peran penting karena merupakan kemampuan dasar manusia sekaligus sarana komunikasi untuk mengungkapkan ide, gagasan dan pengalaman.
Menulis juga dapat membantu memperkuat daya ingat, meningkatkan kemampuan berbahasa serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Lebih dari itu, tulisan menjadi salah satu cara penting untuk melestarikan budaya karena dapat mengabadikan dan meneruskan kebudayaan kepada generasi berikutnya sehingga tetap menjadi bagian dari identitas bangsa.

Karena itu, M. Nasir berharap kegiatan bedah buku Why dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada peserta untuk semakin gemar menulis.

Baca Juga :  Biro PBJ Aceh Berikan Kemudahan Kepemilikan Rumah bagi Pegawai melalui Kerjasama dengan BTN

Ia juga berharap peserta dapat memperoleh informasi, nilai-nilai, pengetahuan dan pesan moral yang terkandung dalam buku tersebut, kemudian mengadopsinya sebagai pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan momen ini sebagai momen strategis bagi Bapak dan Ibu sekalian sebagai generasi muda Islam untuk menyerap ilmu dan aspirasi dari Hafiza Fifadlillah sebagai penulis buku yang kita bedah,” ujar M. Nasir. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pulihkan Infrastruktur Gayo Lues, Pemerintah Aceh Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Pemko Banda Aceh

Pantau MPLS, Wali Kota Banda Aceh Ajak Orang Tua Dukung Semangat Belajar Anak

Pemerintah Aceh

Soal Blok Andaman, Kapolda Pastikan Investasi di Aceh Aman dan Nyaman

Pemerintah Aceh

Gelar Pendidikan Perdamaian, Kak Na Apresiasi IWPG

Pemerintah Aceh

Wakil Ketua DPR Aceh Tekankan Peran Strategis Pers di Hari Pers Nasional 2026
Sekda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Lulusan UIA Jadi Penggerak Kemajuan

Pendidikan

Menag Resmikan Pesantren Modern Al-Ikhlas di Buton, Padukan Budaya Lokal dan IT

News

Aiyub Abbas Sah Jabat Sekjen Partai Aceh, Kemenkumham Setujui Perubahan Struktur DPP PA