Home / Advertorial / Pemko Banda Aceh

Jumat, 6 November 2026 - 08:43 WIB

Jangan Asal Berbagi di Internet, Data Pribadi Bisa Jadi Celah Kejahatan Digital

mm Redaksi

Ilustrasi pencurian data pribadi. Foto: Dok. Beritanasional/Freepik

Ilustrasi pencurian data pribadi. Foto: Dok. Beritanasional/Freepik

Banda Aceh – Masyarakat diingatkan agar lebih berhati-hati membagikan informasi dan foto pribadi di platform digital. Data yang dibagikan kepada orang lain, terutama melalui aplikasi percakapan dan pencarian pasangan, berisiko disalahgunakan hingga menimbulkan kerugian finansial, tekanan emosional, dan persoalan reputasi.

Kepala Bidang E-Government Diskominfotik Banda Aceh, Asna Mardhia, mengatakan penyebaran data pribadi dapat membuka peluang berbagai tindak kejahatan digital. Di antaranya penipuan phishing, penyalahgunaan identitas, hingga pengajuan pinjaman online menggunakan data orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Menurut Asna, ancaman terhadap privasi tidak hanya muncul melalui pencurian data atau peretasan. Pengguna juga dapat membuka celah penyalahgunaan ketika terlalu mudah mempercayai orang yang dikenal melalui internet dan membagikan informasi pribadi tanpa mempertimbangkan risikonya.

Baca Juga :  Bangun Zona Integritas, Disdukcapil Banda Aceh Tanda Tangani Pakta Integritas

Ia mencontohkan interaksi melalui aplikasi pencarian pasangan atau pertemanan daring. Komunikasi yang berlangsung intensif dapat membuat seseorang merasa dekat dan percaya kepada lawan bicaranya. “Dalam kondisi tersebut, pengguna bisa kehilangan kewaspadaan hingga bersedia mengirimkan foto atau konten pribadi,” ujarnya, Kamis (5/11/2026).

Padahal, identitas dan tujuan orang di balik akun tersebut belum tentu diketahui. Foto maupun informasi yang sudah dikirimkan juga berpotensi disebarluaskan atau diperjualbelikan tanpa persetujuan pemiliknya.

Baca Juga :  Banda Aceh Academy Latih 96 Peserta, Illiza: Jangan Kejar Sertifikat, Tapi Kompetensi

Asna menilai perempuan dan anak-anak perlu mendapat perhatian khusus dalam edukasi keamanan informasi karena rentan menghadapi risiko eksploitasi di ruang digital. Namun, ancaman tersebut tetap dapat dialami siapa saja.

“Kalau kita tidak sadar tentang data pribadi, kita tidak menjaga apa yang menjadi milik kita. Karena itu, masyarakat harus mulai membatasi diri dalam membagikan informasi pribadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 Dibesuk Wali Kota Banda Aceh, Doakan Segera Pulih

Ia juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua terhadap aktivitas digital anak. Anak perlu diberi pemahaman mengenai batasan dalam menggunakan internet, termasuk tidak mengakses platform yang tidak sesuai dengan usianya dan tidak sembarangan mengirimkan foto kepada orang yang dikenal secara daring.

Asna menegaskan, kesadaran menjaga privasi harus menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat saat menggunakan teknologi. Pengguna perlu lebih selektif dalam membagikan informasi, mengenali risiko interaksi digital, serta memahami bahwa data pribadi yang telah tersebar dapat disalahgunakan dan sulit dikendalikan kembali. (Adv)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Ustaz Fakhruddin Lahmuddin Kupas Tafsir Surat Yasin di Pendopo Wali Kota

Advertorial

Sering Simpan Password di Perangkat Bersama, Warga Diingatkan Risiko Keamanan Digital

Pemko Banda Aceh

Liga Kolaborasi SSB Kota Banda Aceh 2026 Resmi Disiapkan, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Sepak Bola

Pemko Banda Aceh

400 UMKM Banda Aceh Ikuti Pelatihan Adopsi AI dalam AIM ASEAN Roadshow

Advertorial

Lindungi Data Pribadi, Warga Diimbau Gunakan Password yang Kuat

Pemko Banda Aceh

Pasca Lebaran, Illiza Sidak ASN Banda Aceh dan Tekankan Disiplin serta Pelayanan Publik

Pemko Banda Aceh

Solidaritas Antar Daerah, Pemko Banda Aceh Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Beutong Ateuh Benggalang

Pemko Banda Aceh

‎Wakil walikota Menerobos Cuaca Panas Pantau SPBU