Banda Aceh – Masyarakat Aceh kembali menaruh harapan mereka pada kelanjutan pembangunan daerah seiring dengan adanya perpanjangan Dana Otonomi Khusus (Otsus).
Mendagri mengakui Dana Otsus saat ini juga sangat krusial bagi Aceh sebagai instrumen utama pemulihan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pengurangan angka kemiskinan
pasca musibah banjir.
Awalnya dana ini merupakan bagian dari komitmen perdamaian (MoU Helsinki) dan UU Pemerintahan Aceh, dengan total triliunan rupiah yang digunakan untuk pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Dalam rapat kerja dengan Komisi 2 DPR RI pada hari Senin, 13 April 2026, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, mengusulkan agar Dana OTSUS Aceh diperpanjang
Pendekatan ini penting mengingat kondisi ekonomi regional serta proses bantuan bencana yang masih berlangsung di berbagai daerah di Provinsi Serambi Makkah.
Dia mengatakan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Aceh masih sangat besar, mulai dari jembatan dan jalan yang harus dibangun secara permanen
Di lapangan terlihat lebih dari 4.000 fasilitas pendidikan yang terkena dampak. Tidak hanya itu, puluhan ribu rumah rusak berat masih membutuhkan perawatan, ditambah puluhan sungai yang perlu dinormalisasi.
Pemerintah daerah di Aceh sendiri, menurut Tito, juga terus berharap bahwa dana OTSUS tidak hanya akan diperpanjang tetapi juga meningkat.
Di tengah-tengah kondisi bencana yang sering terjadi seperti banjir dan tanah longsor di beberapa daerah, perluasan dana OTSUS dianggap sebagai salah satu langkah penting untuk memastikan bahwa pemulihan berjalan lancar dan masyarakat dapat bangkit kembali.
Editor: Dahlan












