Home / Parlementarial

Sabtu, 5 September 2026 - 20:27 WIB

DPRK Banda Aceh dan PLN Perkuat Kolaborasi, Bahas Ketahanan Listrik Saat Bencana

mm Redaksi

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST foto bersama Manajer PLN UP3 Banda Aceh Husni dan jajaran terkait kondisi kelistrikan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST foto bersama Manajer PLN UP3 Banda Aceh Husni dan jajaran terkait kondisi kelistrikan serta kesiapsiagaan menghadapi bencana, Senin (31/8/2026). Foto: Dok. DPRK Banda Aceh

Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh Irwansyah, ST, menerima kunjungan silaturahmi Manajer PLN UP3 Banda Aceh, Sabang, dan Aceh Besar yang baru, Husni, bersama jajaran, di ruang kerjanya, Senin (31/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi DPRK Banda Aceh dan PLN untuk membahas berbagai persoalan kelistrikan di Aceh, khususnya kondisi pascabencana serta langkah mitigasi untuk menghadapi potensi bencana di masa mendatang.

Irwansyah mengatakan, sejumlah hal penting terkait perkembangan kelistrikan turut dibahas dalam pertemuan tersebut. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama masa bencana sebelumnya dirinya sempat bersikap kritis dan vokal terhadap pelayanan PLN.

Menurutnya, sikap tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak akibat terganggunya pasokan listrik.

“Di sisi lain, saya juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja seluruh tim PLN Aceh dalam menormalisasi pasokan listrik pascabencana,” kata Irwansyah, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga :  DPRK Banda Aceh Bahas Raqan Penyertaan Modal, Aset Tirta Daroy Ditinjau di Lapangan

Ia menilai bencana alam yang terjadi memberikan hikmah sekaligus pelajaran penting bagi semua pihak, termasuk PLN. Karena itu, langkah mitigasi dan kesiapsiagaan perlu diperkuat agar gangguan serupa tidak kembali memberikan dampak besar kepada masyarakat.

Salah satu usulan yang disampaikan Irwansyah adalah agar PLN menyiagakan pembangkit khusus untuk Banda Aceh sebagai sumber energi cadangan ketika terjadi kondisi darurat atau bencana.

Menurutnya, pemadaman listrik dalam durasi cukup lama yang terjadi akibat robohnya tower interkoneksi di wilayah lain telah memberikan dampak besar terhadap aktivitas masyarakat di ibu kota Provinsi Aceh.

“Meskipun Banda Aceh tidak mengalami banjir bandang, tetapi kelumpuhan listrik cukup membuat susah warga kota,” ujarnya.

Gangguan kelistrikan tersebut, kata Irwansyah, turut berdampak terhadap berbagai sektor lainnya. Kondisi itu diperparah dengan kelangkaan pasokan gas LPG, terganggunya operasional SPBU yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik, serta gangguan terhadap distribusi air bersih.

Baca Juga :  APBK 2025 Disahkan, Bupati Aceh Barat Tekankan Tata Kelola Keuangan yang Akuntabel

“Oleh karena itu, kami berharap fungsi PLTD Lueng Bata dapat dioptimalkan sebagai penyangga utama energi kota saat masa darurat atau bencana,” ujar Irwansyah.

Selain membahas ketahanan energi, Irwansyah juga mendorong PLN untuk memperluas program sosial bagi masyarakat kurang mampu di Kota Banda Aceh.

Menurutnya, salah satu program yang dapat dikembangkan adalah bantuan pemasangan meteran listrik bagi warga kurang mampu yang rumahnya belum memiliki meteran listrik.

Program tersebut, kata dia, dapat didukung melalui dana sosial atau zakat karyawan PLN.

“Jadi warga Banda Aceh jika memang ada rumah tinggal yang layak dibantu dan saat ini masih belum ada meteran listriknya, bisa lapor ke saya. Insyaallah kita advokasi untuk bisa dibantu oleh pihak PLN,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara DPRK Banda Aceh dan PLN dapat terus diperkuat, terutama dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dalam kondisi normal maupun saat terjadi bencana.

Baca Juga :  Lonjakan Anjing Liar di Banda Aceh Ganggu Warga, Komisi III DPRK Minta Penertiban Segera

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Banda Aceh Husni menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Ketua DPRK Banda Aceh.

Husni mengatakan dirinya akan berupaya menjalankan tugas dengan membangun komunikasi dan kolaborasi yang baik bersama DPRK Banda Aceh serta berbagai pihak terkait.

Ia berharap sinergi tersebut dapat menghadirkan pelayanan kelistrikan yang semakin baik sekaligus memberikan rasa nyaman dan tenang bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

“Kami berharap ke depan antara PLN dan DPRK dapat berkolaborasi sehingga bisa menghadirkan kenyamanan dan ketenangan bagi warga kota, baik dalam beribadah maupun aktivitas lainnya,” kata Husni.

Kolaborasi antara PLN dan DPRK Banda Aceh diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem kelistrikan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam menghadapi kondisi darurat dan bencana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Parlementarial

Irwansyah Bahas Penayangan Piala Dunia 2026 di TVRI, Minta Nobar di Aceh Dipermudah

Parlementarial

Komisi Informasi Aceh Beri Penghargaan “Informatif” kepada Sekretariat DPRA dengan Nilai 95,2

Parlementarial

PAD Baru 57,44 Persen, Banggar DPRK Banda Aceh Minta Pemko Perkuat Kinerja OPD

Parlementarial

Musriadi Sabet Pemred Award 2026, Apresiasi atas Komitmen Keterbukaan Informasi dan Kemitraan dengan Pers

Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh Resmi Tetapkan Draf Revisi UUPA, 8 Pasal Perubahan dan 1 Pasal Baru

Daerah

DPRK Banda Aceh Desak Revitalisasi Taman Bustanulsallatin sebagai Ruang Terbuka Hijau

Aceh Besar

Gebyar Ramadhan ke-24 Gampong Tumbo Baro Resmi Dibuka, DPRK Aceh Besar Tekankan Penguatan Iman Generasi Muda

Parlementarial

Irwansyah Dorong Peran Masyarakat Atasi Persoalan Sosial di Banda Aceh