Banda Aceh — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Banda Aceh menggelar Diseminasi Peta Jalan Ekonomi Kreatif Kota Banda Aceh di Balee Keurukon Kantor Wali Kota Banda Aceh, Jumat (05/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah awal penyusunan arah kebijakan pembangunan sektor ekonomi kreatif di Banda Aceh untuk periode 2025–2029.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Siswanto, mengatakan bahwa diseminasi ini diharapkan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan dimasukkan ke dalam naskah akademik Peta Jalan Ekonomi Kreatif Kota Banda Aceh.
“Peta jalan ekonomi kreatif ini menjadi referensi dalam menyusun program pembangunan ekonomi berkelanjutan,” ujar Siswanto dalam sambutannya.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Banda Aceh, Mulizar, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 17 OPD terkait, lima perguruan tinggi, perbankan syariah, Kemenkumham (HAKI), organisasi ekraf, serta pelaku usaha dari 17 subsektor ekonomi kreatif.
“Pembahasan 17 subsektor ini bertujuan melahirkan program pembangunan ekonomi kreatif Kota Banda Aceh tahun 2025–2029. Ini sejalan dengan visi misi Wali Kota, yaitu kolaborasi dengan semua pihak,” jelas Mulizar.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh yang diwakili Staf Ahli Ekonomi dan Pembangunan, Said Fauzan, menegaskan bahwa penyusunan peta jalan akan menjadi panduan dinamis dalam memperkuat fondasi ekraf di kota tersebut.
“Selain itu, peta jalan ini juga mengidentifikasi potensi unggulan serta menyusun landasan teoritis untuk pengembangannya,” kata Said.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh, Ismail, selaku Kabid Pengembangan Pariwisata dan Kelembagaan, serta Sultan Muhammad Yus, Staf Khusus Wali Kota Bidang Ekonomi Pembangunan, yang memberikan materi mengenai penguatan ekosistem dan arah pembangunan ekonomi kreatif.
Editor: Dahlan













