ACEH TENGAH – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam membuka keterisolasian wilayah pedalaman kembali diwujudkan melalui percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.
Proyek strategis yang menjadi urat nadi penghubung masyarakat tersebut menunjukkan progres signifikan dan hingga Rabu (24/6/2026) telah mencapai 52,89 persen.
Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, menegaskan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan seluruh potensi yang ada guna mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.
Jembatan gantung yang dibangun melintasi sungai dengan lebar sekitar 90 meter ini memiliki panjang mencapai 110 meter dan lebar 1,2 meter. Kehadirannya akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar 745 jiwa atau 228 kepala keluarga dari Desa Reje Payung dan Desa Jamat.
“Kami mengerahkan personel TNI, bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat setempat, agar pembangunan ini segera rampung dan dapat dimanfaatkan oleh warga,” ujarnya.
Di bawah koordinasi Dandim, pembangunan dilaksanakan secara terukur dan profesional, dengan tetap mengedepankan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Seorang tokoh masyarakat setempat menyebutkan bahwa jembatan tersebut bukan sekadar penghubung wilayah, melainkan juga menjadi jembatan harapan bagi peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga.
Kepala Desa Reje Payung juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah dan Yon TP 854/Dharma Kersaka atas dedikasi yang telah diberikan.
“Kami sangat bersyukur. Ini merupakan impian masyarakat yang telah lama dinantikan, terutama dalam mengatasi keterbatasan akses transportasi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Imam Kampung Reje Payung yang menilai pembangunan jembatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap rakyat.
“Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh prajurit yang terlibat dan manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang,” tuturnya.
Sejumlah tahapan pekerjaan telah berhasil diselesaikan, mulai dari pembersihan lokasi, penggalian pondasi, pengecoran pondasi dan abutmen, hingga pemasangan perancah konstruksi utama. Saat ini, personel gabungan tengah fokus pada pemasangan tapak dan tiang pylon sebagai penyangga utama jembatan.
Sebanyak 35 personel gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 05/Linge, Yon TP 854/Dharma Kersaka, tenaga teknis Zidam Iskandar Muda, serta masyarakat, terlibat aktif dalam pembangunan tersebut.
Meskipun kondisi cuaca kerap mendung dan hujan pada sore hari, semangat personel di lapangan tetap tinggi dan tidak surut.
Selanjutnya, pekerjaan akan memasuki tahap pembentangan sling bawah, yang merupakan bagian penting dalam konstruksi jembatan gantung.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Tahap III ini semakin menegaskan kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai pelopor pembangunan dan penggerak kesejahteraan, khususnya di wilayah pedalaman Aceh Tengah.(*)
Editor: Dahlan










