Home / Daerah

Selasa, 22 Juli 2025 - 08:05 WIB

BNPB Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Riau untuk Padamkan Karhutla

mm Redaksi

Sejumlah satgas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (19/7). (Foto: BPBD Kabupaten Solok)

Sejumlah satgas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (19/7). (Foto: BPBD Kabupaten Solok)

Pekanbaru — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya mitigasi dan penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Operasi ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai Senin (21/7/2025) hingga Minggu (27/7/2025), dan dapat diperpanjang berdasarkan evaluasi kondisi lapangan.

Pesawat Cessna PK SNL (C 208 B) telah diberangkatkan dari Bandara Pondok Cabe, Pamulang, Banten, menuju Pekanbaru, Minggu (20/7), dan diperkirakan tiba pukul 14.30 WIB. Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., akan memimpin langsung penanganan karhutla di Riau pada Senin (21/7/2025).

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Lantik 6 Kepsek dan Serahkan SK Perpanjangan 356 Formasi Guru PPPK

Pelaksanaan OMC dilakukan dengan menaburkan bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam ke bibit awan. Partikel garam menempel pada butiran uap air sehingga massa awan bertambah dan hujan dapat turun di lokasi titik api. Selain itu, BNPB juga menyiapkan penyemaian kalsium oksida (CaO) atau kapur tohor untuk membantu mengurai asap tebal yang menghambat pembentukan awan.

“Penyemaian kapur tohor dilakukan jika asap terlalu banyak menutupi area penguapan. Setelah terbentuk awan hujan, baru bahan semai garam disebar,” jelas tim BNPB.

Baca Juga :  Hangat dan Penuh Kebersamaan, Open House Pangdam IM Jadi Momen Silaturahmi Idul Fitri

Operasi OMC kali ini berbeda dengan yang dilakukan di Jabodetabek bulan lalu, yang bertujuan redistribusi curah hujan agar tidak memperparah banjir. Di Riau, OMC diarahkan untuk mempercepat turunnya hujan tepat di lokasi titik api.

Selain OMC, BNPB juga mengerahkan helikopter BELL 206 reg PK-KSF untuk patroli udara guna memantau dan memetakan titik api. Helikopter water bombing Mi-8MSB-T reg UR-VBC dari Palembang turut dipindahkan ke Riau untuk mendukung pemadaman udara.

Baca Juga :  Aceh Gelar ASUM ke-7, Bakal Dihadiri WHO hingga Ratusan Dokter Bedah akan Bahas Penanganan Infeksi

Upaya darat juga dilakukan dengan mengerahkan satgas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Tagana, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan unsur lainnya. Tim dilengkapi peralatan dan logistik yang memadai untuk mempercepat pemadaman.

BNPB juga telah menginstruksikan pemerintah daerah di wilayah terdampak untuk menetapkan status tanggap darurat karhutla. Langkah ini diharapkan dapat membuat penanganan lebih optimal, terpusat, dan terorganisir.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

‎MSB Simeulue Ucapkan Terima Kasih Kepada Pemprov Aceh Terkait Pembatalan Rute Aceh Hebat 1 Ke Krueng Geukueh-Penang

Daerah

Tim Rimueng Tangkap Pembobol Brankas Berisi Ratusan Juta di Peukan Bada

Daerah

PWI Lhokseumawe Siap Gelar UKW, Tingkatkan Profesional Wartawan
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025, Murthalamuddin, S.Pd, MSP. Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Daerah

Posko Tanggap Darurat Minta Tarif Transportasi ke Aceh Tidak Melonjak di Tengah Bencana

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Tinjau Persiapan Beuradeun Jelang Lomba Gampong Tingkat Provinsi Aceh

Daerah

Polsek Wih Pesam Atur Lalin di Pasar Tumpah Bener Mulie

Daerah

Ketua Fraksi Gerindra DPRK Banda Aceh Minta Wali Kota Bentuk Perumda Pasar

Daerah

Surati OJK, Haji Uma Minta Kegiatan Publik di Aceh Sesuai Nilai Syariat Islam dan Budaya Lokal