Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 25 September 2026 - 13:09 WIB

Bandara SIM Siapkan Pengembangan Rute Domestik dan Internasional

mm Redaksi

Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. A. Murtala, M.Si, beserta para Kepala SKPA/Biro terkait, saat menerima audiensi GM PT Angkasa Pura, Rahmat Adil Indrawan, beserta instansi terkait, dalam rangka membahas penguatan pelayanan dan konektivitas penerbangan Bandara Internasional SIM, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Wakil Gubernur Aceh H. Fadhlullah, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Dr. A. Murtala, M.Si, beserta para Kepala SKPA/Biro terkait, saat menerima audiensi GM PT Angkasa Pura, Rahmat Adil Indrawan, beserta instansi terkait, dalam rangka membahas penguatan pelayanan dan konektivitas penerbangan Bandara Internasional SIM, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Banda Aceh, Rabu (23/9/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh – Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), menegaskan dukungan Pemerintah Aceh terhadap penguatan pelayanan dan konektivitas penerbangan melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM). Hal tersebut disampaikan Wagub Dek Fadh saat menerima audiensi General Manager PT Angkasa Pura, Rahmat Adil Indrawan, beserta instansi terkait, di Ruang Rapat Wakil Gubernur Aceh, Rabu (23/9).

Audiensi tersebut membahas sejumlah hal strategis terkait pengelolaan dan pengembangan Bandara SIM, meliputi rencana perpanjangan Nota Kesepahaman tentang Pemanfaatan Barang Milik Aceh untuk Operasional dan Pengembangan Bandara SIM, penguatan penerbangan jamaah umrah, pengembangan rute penerbangan domestik dan internasional, serta peningkatan standar pelayanan dan keamanan bandara.

Dalam arahannya, Wagub Dek Fadh mengapresiasi pelayanan yang telah diberikan Angkasa Pura dan menyatakan kesiapan Pemerintah Aceh untuk memperkuat koordinasi dalam penyempurnaan layanan bandara. Menurutnya, pengembangan konektivitas udara juga perlu berjalan seiring dengan upaya memperkuat sektor pariwisata Aceh.

Baca Juga :  Sekda Aceh Hadiri Forum Konsultasi Publik Renduk PRRP, Perkuat Pemulihan Pascabencana

“Selama ini saya melihat pelayanan PT Angkasa Pura sudah sangat baik. Apa yang masih kurang, mari kita sama-sama sempurnakan. Pemerintah Aceh akan mendukung sepenuhnya hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan dan pengembangan Bandara SIM,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, General Manager PT Angkasa Pura, Rahmat Adil Indrawan, memaparkan sejumlah rencana pengembangan konektivitas Bandara SIM, termasuk penguatan penerbangan jamaah umrah yang hingga kini menjadi salah satu program yang terus dikembangkan. Ia menyampaikan bahwa traffic penerbangan umrah hingga saat ini terus mengalami peningkatan, sehingga Angkasa Pura tengah mengupayakan penerbangan langsung ke Arab Saudi dapat berlangsung secara lebih rutin.

Baca Juga :  Tgk. Malik Mahmud Al Haythar Tekankan Persatuan Umara, Ulama, dan Tokoh Masyarakat

Selain itu, Rahmat menyampaikan Angkasa Pura juga tengah menjajaki pembukaan sejumlah rute baru, termasuk penerbangan domestik dan internasional. Untuk mendukung pengembangan tersebut, direncanakan pembentukan Route Development Team yang melibatkan kolaborasi lintas instansi guna memperkuat promosi potensi Aceh khususnya dalam sektor pariwisata sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan rute penerbangan.

Seiring dengan rencana pengembangan rute tersebut, kesiapan aspek keamanan Bandara SIM juga perlu menjadi perhatian. Angkasa Pura menyampaikan bahwa audit keamanan akan dilaksanakan pada akhir September mendatang dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat memperkuat koordinasi untuk memastikan standar keamanan terpenuhi dengan baik.

Baca Juga :  Sekda Aceh Dorong Transformasi Kesehatan Menuju 2045

Dalam hal pelayanan jemaah umrah, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh turut mengingatkan pentingnya pemenuhan ketentuan vaksinasi yang ditetapkan Pemerintah Arab Saudi. Wagub Dek Fadh menegaskan agar setiap pelanggaran, termasuk pemalsuan dokumen vaksin, ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh T. Robby Irza, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh A. Murtala, Kepala Kanwil DJBC Aceh M. Rizki Baidillah, Kepala BKHIT NAD Ibrahim, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Banda Aceh Bambang Tri Cahyono, perwakilan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh, Kepala Dinas Perhubungan Aceh Teuku Faisal, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi. []

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Perkuat Integritas Lembaga, DPRA Sahkan Peraturan Kode Etik dan Mekanisme Sidang Etik
Gubernur Aceh

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Ucapkan Selamat ke Mendagri atas Anugerah Adat

Kesehatan

Pergub JKA Dipersoalkan, Wali Nanggroe Soroti Dampak Sosial dan Kepercayaan Publik di Aceh

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Minta Menaker Bangun BLK Khusus di Aceh

Pemerintah Aceh

Uji Publik Perwal Konservasi, Pemangku Adat Soroti Wilayah dan Hukum Adat

Pemerintah Aceh

Wagub Fadhlullah Ikuti Rakor Kepala Daerah se-Sumatera di Batam

Pemerintah Aceh

Syafrial: Tuduhan Sekda Aceh Kerahkan Buzzer Tidak Berdasar dan Cenderung Fitnah

Daerah

TP PKK Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir Bandang di Meurah Dua, Fokus pada Kesehatan dan Trauma Healing