Home / Pemerintah Aceh

Jumat, 22 Agustus 2025 - 06:30 WIB

Aceh Tegaskan Komitmen Kawal Perdamaian di Konferensi 20 Tahun MoU Helsinki

mm Redaksi

Kepala BRA menyerahkan cinderamata kepada Mantan Menteri era Presiden Soeharto, Abdul Latief pada acara Diaspora Global Aceh di Aula Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: Humas BPPA)

Kepala BRA menyerahkan cinderamata kepada Mantan Menteri era Presiden Soeharto, Abdul Latief pada acara Diaspora Global Aceh di Aula Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu, 20 Agustus 2025. (Foto: Humas BPPA)

Jakarta – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melalui Kepala Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Jamaluddin menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mengawal keberlanjutan perdamaian. Pernyataan itu disampaikan dalam Konferensi Internasional 20 Tahun Perdamaian Aceh yang digelar Diaspora Global Aceh (DGA) di Aula Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Rabu (20/8/2025).

“Pemerintah Aceh berkomitmen mengawal rekomendasi yang dihasilkan konferensi ini. Kami ingin memastikan bahwa hasil konferensi bukan hanya menjadi catatan, melainkan diterapkan nyata bagi masa depan Aceh,” ujar Jamaluddin mewakili Gubernur Aceh melalui rilis tertulis ke media, Kamis, 21 Agustus 2025.

Baca Juga :  Wagub Surati Kementerian PUPR, Minta Jalan Tol Sibanceh Seksi 1 Dibuka Khusus untuk Jamaah Haji

Konferensi tersebut menghadirkan ratusan peserta secara langsung maupun virtual. Sejumlah tokoh nasional dan internasional turut berpartisipasi, termasuk mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim.

Dalam sambutannya, Anwar menegaskan dukungan Malaysia bagi Aceh. “Malaysia dan Aceh memiliki hubungan sejarah yang panjang, dan kami siap terus mendukung perdamaian serta pembangunan di Aceh,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Terima Dividen Rp26,7 Miliar dari PT PEMA 

Forum ini menghasilkan 10 rekomendasi penting, antara lain memperkuat persatuan pemimpin Aceh, membentuk dana abadi untuk pembangunan berkelanjutan, menjamin akses pendidikan hingga perguruan tinggi, serta memberikan perhatian khusus kepada keluarga veteran dan korban konflik.

Peserta juga menekankan strategi menghadapi tantangan generasi digital serta pentingnya pelestarian nilai kepahlawanan. Transformasi karakter emosional masyarakat Aceh diharapkan menjadi energi positif untuk solidaritas dan kemajuan.

Baca Juga :  Bertemu Penasehat DWP, Marlina Muzakir minta Penguatan Dukungan terhadap UMKM dan Produk Kreatif Aceh

Konferensi yang dibuka oleh Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal ZA dan diawali sambutan Ketua Umum DGA Mustafa Abubakar itu menegaskan bahwa dua dekade perdamaian bukanlah akhir perjalanan, melainkan fondasi untuk membangun Aceh yang lebih damai, sejahtera, dan bermartabat.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

KKI 2026 Bernuansa Aceh, Kak Na Apresiasi Bank Indonesia

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Terima Audiensi Mahasiswa, Paparkan Capaian dan Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Minta Pasokan BBM untuk Rumah Sakit dan Alat Berat Diprioritaskan di Masa Darurat Bencana

Nasional

Kunjungan Kerja Mendagri di Aceh Tamiang, Serahkan Alat dan Logistik Pascabencana

Pemerintah Aceh

Dekranasda Aceh Optimalkan Promosi Produk Kerajinan pada Pameran Nasional di Makassar
Kepala BPKP Aceh

Pemerintah Aceh

Mualem Lantik Kepala BPKP Aceh, Bahas Dana Pengerukan Kuala

Kesehatan

Pengamat Media Soroti Polemik Pencabutan Pergub JKA, Minta Pemerintah Aceh Tunjukkan Dokumen Resmi

Nasional

Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Aceh Harus Berbasis Karakter dan Keadilan Akses