Home / Nasional

Minggu, 26 Oktober 2025 - 18:38 WIB

Kemenag Gulirkan Inkubasi Wakaf Produktif di 30 Kota

mm Redaksi

Peluncuran Program Inkubasi Wakaf Produktif. dok. Kemenag RI

Peluncuran Program Inkubasi Wakaf Produktif. dok. Kemenag RI

Jakarta – Kementerian Agama resmi meluncurkan Program Inkubasi Wakaf Produktif (IWP) di 30 kota seluruh Indonesia. Setiap titik mendapatkan bantuan modal usaha senilai Rp75 juta. Program ini bertujuan mengelola lahan wakaf menjadi produktif untuk meningkatkan ekonomi warga sekitar.

Peluncuran digelar di Joglo Wakaf Ziswaf Masjid Pelajar, Mijen, Kota Semarang, Sabtu (25/10/2025). Tiga puluh lokasi IWP tersebar di Aceh (3), DI Yogyakarta (3), DKI Jakarta (1), Jawa Barat (5), Jawa Tengah (8), Jawa Timur (2), Kepulauan Bangka Belitung (3), Gorontalo (1), Maluku (1), NTB (1), dan Sulawesi Selatan (2). Pemilihan lokasi mempertimbangkan potensi lahan wakaf dan kesiapan lembaga pengelola.

Baca Juga :  Kelulusan PPG Angkatan 1 Kemenag 2025 Tembus 99,35 Persen, Mayoritas Guru Lulus dengan Baik

Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menyebut program ini sebagai langkah strategis untuk menggeser paradigma pengelolaan wakaf dari tradisional menjadi produktif.

“Program Inkubasi Wakaf Produktif memiliki makna strategis. Kita ingin menggeser paradigma dari tanah wakaf yang nonproduktif menjadi wakaf produktif yang dapat menggerakkan ekonomi umat. Di Semarang, kita sudah melihat contoh konkret, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan yang bisa dikembangkan sehingga manfaatnya nyata bagi masyarakat,” ujar Abu Rokhmad.

Baca Juga :  Selesaikan Konflik 4 Pulau Milik Aceh Masuk Sumut, Prabowo Akan Teken Aturan tentang Batas Wilayah

Kemenag mendorong para nazir mengelola aset wakaf dengan pendekatan kewirausahaan sosial. Pengembangan tidak hanya mencakup pertanian dan peternakan, tetapi juga perikanan, pengolahan hasil bumi, serta sektor produktif lain yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Selain Inkubasi Wakaf Produktif, Kemenag juga meluncurkan Program Kampung Zakat bekerja sama dengan BAZNAS, LAZ, dan nazir di Jawa Tengah. Bantuan disalurkan ke 11 lembaga, mulai dari beasiswa yatim hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Beasiswa Afirmasi untuk Mahasiswa Orang Asli Papua Tahun 2025, Total Rp1,2 Miliar

“Gerakan wakaf atau program inkubasi wakaf produktif itu sebenarnya bagian dari kita mengamalkan ajaran agama. Bukan hanya beragama saja, tapi juga harus berdaya. Umat yang berdaya adalah umat yang kuat,” kata Abu Rokhmad.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi antara KUA, LAZ, BAZNAS, dan masyarakat, sehingga unit usaha wakaf dapat berjalan produktif, berkelanjutan, dan direplikasi di berbagai daerah.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Nasional

Menag Resmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar, Siap Layani Indonesia Timur

Nasional

Umat Buddha Cetak Rekor MURI, Menag: Momentum Rajut Indonesia Harmoni

Nasional

Marbot Masjid Indonesia Dibekali Kompetensi Ibadah & Digital

Nasional

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 Amankan Hari Pasar Kiwirok, Warga Merasa Lebih Nyaman

Nasional

Diaspora Papua di Inggris Bahas Strategi Pembangunan Papua bersama Mahasiswa Doktoral Internasional

Nasional

Peluncuran Kopdes Merah Putih oleh Presiden Prabowo Diundur ke 21 Juli 2025, Lokasi Tetap di Klaten

Nasional

Menag Apresiasi Peran DDII dalam Mengirim Da’i ke Pelosok Negeri

Nasional

12.604 Korban Kekerasan Terdata di 2024, Mayoritas Perempuan dan Anak Jadi Sasaran