Home / Aceh Barat

Minggu, 19 Oktober 2025 - 06:00 WIB

Bupati Aceh Barat Tinjau Jalan Terputus di Meureubo, Kerahkan Alat Berat untuk Penanganan Darurat

mm Redaksi

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, turun langsung meninjau jalan yang terputus akibat curah hujan tinggi di Gampong Rantau Panyang Timur, Kecamatan Meureubo, Sabtu (18/10/2025). dok. Pemkab Aceh Barat

Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, turun langsung meninjau jalan yang terputus akibat curah hujan tinggi di Gampong Rantau Panyang Timur, Kecamatan Meureubo, Sabtu (18/10/2025). dok. Pemkab Aceh Barat

Aceh Barat – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, turun langsung meninjau jalan yang terputus akibat curah hujan tinggi di Gampong Rantau Panyang Timur, Kecamatan Meureubo, pada Sabtu (18/10/2025). Akses warga sempat lumpuh di dua titik penting setelah box culvert yang sudah retak sejak dua tahun lalu akhirnya rusak parah diterjang banjir.

Dalam tinjauannya, Bupati Tarmizi memastikan penanganan darurat segera dilakukan agar aktivitas warga bisa kembali normal.

“Hari ini kita kerjakan secara darurat menggunakan batang pohon kelapa agar warga bisa melintas. Ada dua titik yang terdampak, dan akan kita tangani bersamaan,” ujar Bupati di lokasi.

Baca Juga :  TP PKK Aceh Barat Gelar Pelatihan Meracik Kopi, Dorong Generasi Muda Buka Usaha Mandiri

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat turut menurunkan alat berat untuk mempercepat perbaikan di lapangan. Menurut Tarmizi, penanganan permanen akan dimulai akhir Oktober mendatang melalui pembangunan ulang badan jalan dan perbaikan struktur penunjang agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemkab Aceh Barat Gerak Cepat Atasi Banjir di Wilayah Kota

Selain menangani kerusakan jalan, Pemkab Aceh Barat juga bergerak cepat mengatasi banjir di kawasan perkotaan. Untuk langkah jangka pendek, tim teknis melakukan pendataan dan normalisasi saluran drainase di beberapa titik rawan seperti Lueng Aneuk Aye, Simpang Pelor (depan Kantor DPRK), dan Lobang Prioperi.

Baca Juga :  Pastikan Pelayanan Kesehatan Optimal, Bupati Aceh Barat Kembali Sambangi Pasien ODGJ 

“Pengerjaan mencakup pembersihan sampah, perbaikan saluran, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” kata Tarmizi.

Ia menegaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari persiapan Aceh Barat menuju target penghargaan Adipura, yang menuntut penataan lingkungan dan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Solusi Permanen: Breakwater dan Kolam Retensi di Suak Ujong Kalak

Sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir, Bupati Tarmizi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah tengah memperjuangkan pembangunan breakwater atau kolam retensi di kawasan Suak Ujong Kalak melalui Kementerian PUPR. Proyek tersebut diajukan dengan pagu anggaran sekitar Rp50 miliar.

Baca Juga :  Aceh Barat Gelar Anugerah Inovasi Daerah 2025, Pacu Kreativitas Birokrasi dan Desa

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Aceh Barat, Dr. Kurdi, menambahkan bahwa Balai Jalan juga akan melaksanakan pembangunan lanjutan sepanjang 4 kilometer melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), dengan anggaran sebesar Rp20,8 miliar. Jalur ini akan menghubungkan hingga ke kawasan Gunung Mata Ie.

“Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mengantisipasi kerusakan jalan akibat bencana alam,” ujar Dr. Kurdi.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Barat

PKK Aceh Barat Dorong Ikan Lumi-Lumi Jadi Ikon Kuliner Khas Daerah

Aceh Barat

Investasi Aceh Barat 2025 Tembus Rp764,79 Miliar, Layanan Perizinan 100% Online

Aceh Barat

Polsek Kaway XVI Gelar Gerakan Pangan Murah, 400 Sak Beras Subsidi Ludes Diserbu Warga

Aceh Barat

Jelang Lebaran, Pemkab Aceh Barat Pastikan Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Meulaboh Stabil

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Polres Aceh Barat

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Resmikan Aplikasi Transportasi Online Draiv Region Meulaboh

Aceh Barat

TMMD Ke-127 Kodim 0105/Abar di Aceh Barat Dapat Apresiasi Pemkab, Infrastruktur dan Semangat Gotong Royong Meningkat

Aceh Barat

Garasi Terbakar Sempat Bikin Panik Warga di Lhoknga Aceh Besar, Begini Kronologinya