Home / Aceh Besar

Selasa, 30 September 2025 - 18:00 WIB

Wabup Aceh Besar Paparkan Jawaban Eksekutif Perubahan APBK 2025

mm Syaiful AB

Wabup Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil, M.Si. menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRK terhadap Rancangan Qanun tentang Perubahan APBK 2025 pada Rapat Paripurna di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (30/9/2025). dok. MC Aceh Besar

Wabup Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil, M.Si. menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRK terhadap Rancangan Qanun tentang Perubahan APBK 2025 pada Rapat Paripurna di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (30/9/2025). dok. MC Aceh Besar

Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar menyampaikan jawaban eksekutif atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRK Aceh Besar terhadap Rancangan Qanun tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun Anggaran 2025. Penyampaian dilakukan dalam rapat Paripurna ke-9 DPRK Aceh Besar Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho, Selasa (30/9/2025).

Sidang dipimpin Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Mukhsin, S.Si, didampingi Ketua DPRK Abdul Muchti AMd dan Wakil Ketua Naisabur SIKom. Turut hadir Wakil Bupati Aceh Besar Drs. H. Syukri A. Jalil, M.Si, unsur Forkopimda, seluruh anggota dewan, serta para kepala OPD Pemkab Aceh Besar.

Dalam sambutannya, Wabup Syukri menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRK Aceh Besar yang telah memberikan saran, masukan, dan pertanyaan demi penyempurnaan rancangan qanun perubahan APBK.

“Alhamdulillah, berkat izin Allah SWT, kita masih diberikan kesehatan sehingga dapat melaksanakan rapat paripurna hari ini. Terima kasih kepada seluruh fraksi DPRK yang telah memberikan pandangan umum, baik berupa saran maupun masukan untuk penyempurnaan rancangan qanun perubahan APBK 2025,” ujar Wabup.

Baca Juga :  DLH Aceh Besar Ajak Warga Miruek Lamreudeup Jadikan Pengelolaan Sampah Sebagai Gaya Hidup

Menjawab pandangan umum mengenai pendapatan asli daerah (PAD), Wabup menyebutkan masih ada kendala, seperti keterbatasan SDM pengelola PAD, rendahnya kepatuhan wajib pajak, serta belum terdatanya beberapa objek pajak. Namun, Pemkab terus melakukan inovasi, termasuk digitalisasi perpajakan dan memperkuat kerja sama lintas instansi.

“Kami akan terus berupaya memaksimalkan potensi PAD yang ada, termasuk memperkuat sistem pengawasan dan memperluas basis pajak daerah,” terangnya.

Terkait pengisian jabatan struktural, Wabup menegaskan seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan tinggi pratama segera dilaksanakan sesuai aturan, sedangkan jabatan administrator dan pengawas masih menunggu persetujuan teknis dari BKN.

“Kami memahami betul pentingnya pengisian jabatan ini untuk mendukung kelancaran birokrasi dan pelayanan publik, karena itu prosesnya tetap kita jalankan sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Wabup.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Serahkan RPJMD 2025–2029 ke DPRK dalam Sidang Paripurna

Menyoal galian C, Wabup menyampaikan kewenangan perizinan berada di Pemerintah Provinsi Aceh. Pemkab hanya memiliki kewenangan memberikan rekomendasi dan melakukan pengawasan.

“Apabila ada pelanggaran, kami dapat melakukan teguran dan melaporkannya ke pihak provinsi agar ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” terang Syukri.

Mengenai isu kemiskinan ekstrem, pemerintah terus berkomitmen menekan angka kemiskinan melalui berbagai program, mulai dari pemberdayaan UMKM, pembangunan rumah layak huni, penyediaan sarana air bersih dan sanitasi, hingga bantuan sosial melalui Baitul Mal.

“Kita semua menyadari bahwa penanggulangan kemiskinan merupakan pekerjaan bersama. Pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri, dibutuhkan dukungan legislatif, swasta, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Di sektor kesehatan, Wabup menyebut persoalan ketersediaan obat-obatan di Puskesmas sudah teratasi dengan pengadaan lebih cepat dan efisien, disertai pemerataan tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil. Di bidang pendidikan, pemerintah fokus pada pemerataan guru melalui skema P3K dan perbaikan sarana prasarana sekolah.

Baca Juga :  Bupati Aceh Besar Buka Training Center Persiapan Kafilah MTQ ke-37

“Kami akan terus berupaya agar pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat Aceh Besar,” tuturnya.

Wabup juga menyinggung sejumlah proyek strategis yang sedang diperjuangkan, antara lain pembangunan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Aceh Besar, Bendungan Seulimeum, dan Embung Air Baku Krueng Raya.

“Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan meminta dukungan penuh dari para legislator di tingkat pusat agar proyek-proyek ini segera terealisasi. Ini semua adalah kepentingan masyarakat Aceh Besar, karena itu sinergi antara eksekutif, legislatif, dan pemerintah pusat sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Mengakhiri penyampaiannya, Wabup menegaskan: “Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam jawaban ini. Untuk itu, mari kita sempurnakan bersama demi kepentingan pembangunan Aceh Besar. Semoga Allah SWT selalu meridai setiap langkah kita dalam mengabdi kepada daerah dan masyarakat,” pungkasnya.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Wakil Bupati Aceh Besar Ikuti Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke-29 Secara Virtual

Aceh Besar

Lam Bheu Aceh Besar Masuk Rekor 15 Besar Nasional Sebagai Gampong Digital

Aceh Besar

Bupati Ajak Pemuda Satukan Visi Bangun Aceh Besar
MTQ

Aceh Besar

Tim Fahmil Qur’an Putri Aceh Besar Melaju ke Semifinal MTQ ke-37 Provinsi Aceh

Aceh Besar

Kafilah Aceh Besar Disambut Hangat Setibanya di Pidie Jaya
Expo Uro Lahe Aceh Besar

Aceh Besar

Expo Uro Lahe Aceh Besar 2025 Resmi Dibuka Bupati Aceh Besar di Jantho

Aceh Besar

Buka Turnamen Sepak Bola, Syech Muharram Minta Pemain Junjung Tinggi Sportifitas dan Tegakkan Syariat Islam Dalam Berolahraga

Aceh Besar

Bupati Aceh Besar Resmikan Transformasi PT. BPR Ingin Jaya Menjadi Bank Syariah