Home / Daerah

Sabtu, 20 September 2025 - 08:30 WIB

Aceh Selatan Percepat Pengakuan Hutan Adat, Bupati Dukung Penuh

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Selatan menerima tim Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala (USK) di Pendopo Bupati, Tapaktuan, Jumat (19/9/2025). dok. Ist

Bupati Aceh Selatan menerima tim Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala (USK) di Pendopo Bupati, Tapaktuan, Jumat (19/9/2025). dok. Ist

Tapaktuan – Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, menegaskan dukungan penuh terhadap percepatan pengakuan hutan adat di wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan saat menerima tim Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat (PRHIA) Universitas Syiah Kuala (USK) di Pendopo Bupati, Tapaktuan, Jumat (19/9/2025).

Dr. M. Adli Abdullah, S.H., MCL., Sekretaris Dewan Pakar PRHIA, menyampaikan bahwa kunjungan tim ini merupakan tindak lanjut dari agenda pertemuan Rektor USK dengan Bupati Aceh Selatan pada awal tahun ini.

“Kami datang ke Aceh Selatan atas arahan Prof. Marwan, Rektor USK, untuk membicarakan tindak lanjut proses pengakuan hutan adat di daerah ini,” ujar Dr. Adli.

Baca Juga :  Wali Kota Banda Aceh Teken MoU dengan Bupati Aceh Tenggara, Aceh Selatan, dan Aceh Barat

Ia menjelaskan bahwa tanah terbagi menjadi dua kategori, yakni tanah negara dan tanah adat. Dalam upaya pengakuan serta perlindungan Masyarakat Hukum Adat (MHA), bupati dan wali kota memiliki kewenangan membentuk Panitia Penetapan MHA di tingkat kabupaten/kota.

“Merujuk pada Permendagri Nomor 52 Tahun 2014, proses pengakuan dan perlindungan masyarakat hukum adat dilaksanakan melalui tahapan sistematis, mulai dari pembentukan panitia, identifikasi MHA, verifikasi, hingga validasi. Hasilnya kemudian ditetapkan melalui SK Bupati sebagai dasar pemerintah pusat memverifikasi usulan penetapan hutan adat,” jelas Dr. Adli.

Baca Juga :  Fadhil Ilyas Kembali Pimpin Bank Aceh Syariah dengan Pengalaman dan Dedikasi Tinggi

Bupati Mirwan menekankan pentingnya pengakuan hutan adat agar masyarakat dapat memanfaatkan hutan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan bersama dan menjaga kelestarian lingkungan.

“Dengan adanya pengakuan ini, aktivitas masyarakat diharapkan lebih produktif, selaras dengan pelestarian lingkungan, serta mendukung program ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo,” tegas Bupati Mirwan.

Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan juga siap memfasilitasi seluruh tahapan administrasi dan koordinasi lintas dinas untuk mempercepat proses pengakuan hutan adat. “Kita akan koordinasikan dengan dinas terkait agar proses ini berjalan sesuai regulasi. Aceh Selatan siap menjadi contoh pengelolaan hutan adat yang maju dan produktif,” tambahnya.

Baca Juga :  Polda Aceh Bangun Gudang Ketahanan Pangan Berkapasitas Seribu Ton

Bupati mengajak seluruh pihak, termasuk tim peneliti USK, berkolaborasi mewujudkan percepatan pengakuan hutan adat. “Harapannya, langkah ini mempercepat legalitas hutan adat di Aceh Selatan. Semua pihak terkait diminta mengambil langkah konkret,” pungkasnya.

Dalam pertemuan itu, Bupati didampingi Asisten I Kamarsyah, S.Sos., M.M., PJ Asisten III, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Selatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Bagian Hukum, Kepala Bagian Pemerintahan, serta sejumlah pejabat setempat. Dari PRHIA hadir Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., Dr. Muazzin, S.H., M.H., Rusdi, S.P., M.Si., Ph.D., Musliadi bin Usman, dan Zul ‘Aidy.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolda Aceh Ajak Doa Bersama di Masjid Raya, Lanjutkan Ziarah ke Makam Syiah Kuala

Daerah

Surati OJK, Haji Uma Minta Kegiatan Publik di Aceh Sesuai Nilai Syariat Islam dan Budaya Lokal

Daerah

Pangdam IM Berpamitan dengan Alumni SMAN 2 Banda Aceh

Daerah

Binmas Polda Aceh Pastikan Kamtibmas Kondusif Pasca Unjuk Rasa

Daerah

Dermaga Rusak, Ganggu Akses dan Ekonomi Warga Masyarakat Pulau Siumat

Daerah

36 Warga Aceh Terima Bantuan Kaki Palsu dari Baitul Mal Aceh, Didukung Dana Zakat Rp600 Juta

Daerah

Bank Aceh Salurkan Zakat Rp500 Juta untuk 1.216 Mustahiq

Daerah

Bupati Aceh Besar Buka Meuseuraya Festival 2025