Home / Politik

Minggu, 14 September 2025 - 09:30 WIB

Satgas Garuda Merah Putih-II Pulang ke Tanah Air Usai Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

mm Redaksi

Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II telah tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan misi kemanusiaan berupa pengiriman bantuan melalui udara (airdrop) ke Jalur Gaza, Palestina. dok. Kemenhan RI

Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II telah tiba di Tanah Air setelah menyelesaikan misi kemanusiaan berupa pengiriman bantuan melalui udara (airdrop) ke Jalur Gaza, Palestina. dok. Kemenhan RI

Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Garuda Merah Putih-II akhirnya kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi kemanusiaan berupa pengiriman bantuan udara (airdrop) untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Kedatangan mereka disambut Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Misi ini dijalankan atas perintah Presiden RI sebagai bukti solidaritas Indonesia terhadap rakyat Palestina sekaligus bagian dari diplomasi kemanusiaan yang sejalan dengan politik luar negeri Indonesia.

Baca Juga :  Bersatu dalam Marwah: PBN Aceh Berdiri Bersama Mualem Pertahankan Wilayah Ujung Barat Nusantara

Sejak 17 Agustus hingga 9 September 2025, Satgas mengerahkan tiga pesawat C-130 Hercules tipe J (A-1344, A-1343, dan A-1339) dengan melibatkan 45 kru dan 43 personel pendukung. Total bantuan yang berhasil didistribusikan mencapai 91,4 ton atau setara 520 bundel.

Selain itu, perlengkapan berupa 1.286 payung utama dan 40 bundel di Kairo dihibahkan kepada Pemerintah Mesir melalui Angkatan Udara Mesir dengan fasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Dalam keterangan kepada wartawan, Kasau mengungkapkan adanya kendala akses udara. “Dropping dari Mesir tidak bisa dilaksanakan karena mulai tanggal 27 Agustus 2025 wilayah udara Israel tidak dibuka lagi untuk melaksanakan airdrop. Demikian pula dari Jordan atau negara lain sejak tanggal 27 Agustus tidak dibuka lagi, ditunggu sampai tanggal 9 September tidak dibuka lagi dan bahkan ada serangan Israel ke Gaza pada tanggal 3 dan 7 September. Sehingga Panglima TNI memutuskan untuk menghentikan waktu misi airdrop untuk kemanusiaan dan Satgas Garuda Merah Putih-II dengan 3 pesawat kembali ke tanah air pada tanggal 10 September,” jelasnya.

Baca Juga :  Indonesia–Australia Perkuat Diplomasi dan Pertahanan Lewat Pertemuan 2+2 di Canberra

Seluruh 88 personel dan pesawat kembali dalam kondisi baik. Adapun pola misi airdrop berbeda antara Yordania dan Mesir. Di Yordania, Indonesia bergabung dengan Solidarity Path Operation-II bersama negara lain dengan koordinasi Multinational Airdrop Planning Cell (MADPC), sedangkan di Mesir pelaksanaan bersifat bilateral bersama Angkatan Udara Mesir.

Baca Juga :  FPRA Tolak RUU BUMD

Kasau juga mengapresiasi peran BAZNAS dalam menyalurkan bantuan serta memfasilitasi hibah perlengkapan. Ia menilai sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat penting untuk mendukung kemanusiaan.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Politik

YARA Kirim S.O.S ke Prabowo: Empat Pulau Aceh Dirampas, Migas Dilibas

Nasional

BLKK Jadi Jalan Santri Masuk Dunia Industri, Kemenag Siap Kolaborasi

Parlementarial

DPRA Lantik Tiga Legislator Baru dari Partai Aceh, Termasuk Bunda Salma

Politik

Kemenag dan Microsoft Latih 50 Ribu Guru dan Santri AI

Parlementarial

DPR Aceh Tetapkan 12 Raqan Prioritas 2025, Fokus pada Isu Strategis dan Kebutuhan Masyarakat

Nasional

Pulau Dikembalikan, Terima Kasih Pak Prabowo

Daerah

DPRK Sabang Gelar Rapat Paripurna Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Periode 2025-2030

Politik

Bela Negara Fun Run 2025 Meriah di GBK, Ribuan Peserta Ramaikan Ajang Kebugaran dan Persaudaraan