Home / Pendidikan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 07:00 WIB

Menag Resmikan Pesantren Modern Al-Ikhlas di Buton, Padukan Budaya Lokal dan IT

mm Redaksi

Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/8/2025). dok. Kemenag RI

Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/8/2025). dok. Kemenag RI

Pasar Wajo – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meresmikan Pondok Pesantren Al-Ikhlas di Pasar Wajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, Sabtu (30/8/2025).

Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya pesantren yang mampu mengintegrasikan budaya lokal dengan nilai Islam universal.

“Pondok Pesantren Al-Ikhlas ini akan mengkombinasikan budaya lokal dengan Islam universal. Jadi jangan mempertentangkan antara kebangsaan dan keislaman, jangan memperhadapkan antara budaya lokal dengan universalitas Islam,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Pesantren ini memiliki konsep berbeda karena memberi ruang bagi santri untuk menyalurkan minat seni dan olahraga. “Kalau di Jawa santrennya masih sebagian besar gak boleh bawa alat musik ke pondoknya. Kalau di sini kami anjurkan supaya semua santri itu bisa main gitar, bisa main organ, bisa olahraga, bisa kesenian,” jelasnya.

Baca Juga :  Santri Pesantren Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Tertinggi Gunung Slamet

Menag juga mencontohkan Rasulullah SAW yang mencintai seni sekaligus memiliki jiwa atletis. “Mencontoh Rasulullah sangat mencintai seni. Sangat hobinya atletis. Jadi kita santren mencontoh Rasulullah. Nabi itu atletis, juara gulat, dan juga punya grup kesenian,” tambahnya.

Selain menekankan pengembangan karakter, Al-Ikhlas juga menghadirkan jurusan eksakta dengan orientasi Fakultas Kedokteran, serta pembinaan kepemimpinan dan bahasa. “Salah satu keterampilannya nanti adalah latihan debat, diskusi, bahasa Arab, bahasa Inggris. Maka itu rata-rata alumni pondok pesantren Al-Ikhlas itu menjadi Presiden Mahasiswa di mana-mana. Jadi bagaimana bisa menjadi Presiden RI kalau tidak bisa menjadi Presiden Mahasiswa,” paparnya.

Baca Juga :  UIN KHAS Jember Jalin Kerja Sama dengan Erasmus Taalcentrum untuk Perkuat Reputasi Internasional

Menag menggambarkan pesantren sebagai “bengkel moral” bagi anak-anak. “Ini adalah pondok pesantren yang anaknya seperti disihir. Anak nakal, super nakal, begitu pulang ke rumah orang tuanya cium. Kalau perlu cium kakinya orang tuanya, bangunkan salat subuh,” tegasnya.

Pembinaan guru juga menjadi perhatian khusus. “Kalau gurunya tidak pernah dibina, seperti gergaji tumpul. Kalau gergaji tajam, satu hari bisa menebang sampai 10 batang pohon,” ujarnya.

Dengan dukungan teknologi informasi, Al-Ikhlas dirancang sebagai pesantren modern. “Prinsip kita di sini adalah menampilkan pondok pesantren modern. Modern dalam arti canggih dan pakai internet. Setiap kelas nanti seperti di Bone itu CCTV-nya penuh,” ungkapnya.

Baca Juga :  UIN Raden Intan Lampung Pertahankan Gelar Kampus Hijau Terbaik PTKIN

Nasaruddin memastikan pesantren ini tidak berorientasi komersial. “Kami membuat yayasan ini bukan mencari uang. Kalau perlu semuanya gratis. Seperti Angkatan Pertama ini belum kita pungut apa-apa, kami yang mensubsidi kebutuhan operasionalnya,” jelasnya.

Ia berharap keberadaan Al-Ikhlas menjadi kebanggaan masyarakat Buton dan Sulawesi Tenggara. “Kita tidak boleh kalah dengan pesantren lain di Sulawesi Tenggara bahkan di Indonesia ini,” pungkasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Menag Resmikan Pembangunan Kampus Peradaban Qur’ani Internasional PTIQ Jakarta

Aceh Besar

Syeh Muharram Apresiasi Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah dan Program Khitan Massal Anak Aceh Besar
MAN 13 Jakarta

Pendidikan

MAN 13 Jakarta Sabet 22 Medali di Jakarta Madrasah Competition

Pendidikan

Kemenag Salurkan Beasiswa Zakat Rp16,85 Miliar untuk 153 Mahasiswa di ZaWa Funwalk 2025

Pendidikan

O2SN Pendidikan Khusus 2025 Resmi Ditutup, Kadisdik Aceh: Anak-anak Emas Siap Harumkan Nama Daerah di Tingkat Nasional

Pendidikan

MOOC Pintar Kemenag Pecahkan Rekor, 159.884 Peserta Ikuti Pelatihan Daring

Pendidikan

ATENSI 2025 Resmi Ditutup, Sabri Ajak Siswa Aceh Terus Berkarya dan Berprestasi

Pendidikan

MTU Aceh Bina Siswa SMKN 1 Bireuen Jadi Tenaga Siap Kerja