Home / Daerah

Kamis, 28 Agustus 2025 - 12:29 WIB

Ketua PSI Aceh: Biaya Publikasi Rp500 Ribu Melecehkan Martabat Pers

Redaksi

Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh, Said Saiful, A.Md. Foto: Ist

Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh, Said Saiful, A.Md. Foto: Ist

Banda Aceh – Ketua Pers Siber Indonesia (PSI) Aceh, Said Saiful, A.Md, menyatakan keberatan terhadap rendahnya biaya publikasi yang selama ini dibayarkan dinas-dinas di bawah Pemerintah Aceh kepada media lokal. Menurutnya, hal tersebut melecehkan marwah pers di Aceh dan mengancam keberlangsungan hidup media.

Said menyoroti praktik pembayaran jasa iklan media online dan cetak mingguan lokal Aceh yang disebut hanya Rp500 ribu. Jumlah tersebut, kata dia, jauh dari layak jika dibandingkan dengan biaya yang diterima media nasional.

Baca Juga :  Bank Aceh Syariah Jamin Keamanan Action Mobile, Nasabah Dimintai Tetap Waspadai Phising

“Selama ini dinas di bawah pemerintahan Aceh hanya membayar Rp500 ribu untuk iklan di media lokal. Sementara media nasional, berapa pun yang tertera di invoice, dibayar sesuai jumlahnya. Bahkan Rp500 ribu itu pun hanya sekali, jikapun ada perubahan. Bagaimana kami bisa menghidupkan kebebasan pers di Aceh? Kami juga butuh makan, butuh pulsa internet, bayar sewa kantor, dan kebutuhan operasional lainnya,” tegas Said di Banda Aceh, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Pemkab Aceh Utara Gelar Gotong Royong Massal di Monumen Islam Samudera Pasai Sambut Festival Perkusi Aceh

Ia berharap ke depan, di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem), pemerintah dapat menambah biaya publikasi media lokal, khususnya media cetak dan online. Menurutnya, publikasi bukan sekadar formalitas anggaran, melainkan bentuk dukungan nyata terhadap peran pers sebagai pilar demokrasi.

“Kalau bantuannya hanya Rp500 ribu, lebih baik jangan dianggarkan sama sekali. Itu sama saja melecehkan martabat pers di Aceh,” ujarnya.

Baca Juga :  Harga Emas di Banda Aceh Naik, Simak Rincian per Mayam dan Antam per Gram, Senin 23 Juni 2025

Said juga menekankan agar biaya publikasi jangan sampai dipangkas atau dianggap bisa diefisiensikan. Ia mengaku kerap mendengar keluhan dari kalangan media bahwa belanja publikasi di beberapa instansi dipotong secara sepihak.

“Kami berharap pemerintah tidak lagi menganggap publikasi sebagai beban. Pers adalah mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi ke masyarakat. Kalau biaya publikasi dipangkas, bagaimana media bisa bertahan?” pungkasnya.

Editor: Redaksi

Share :

Baca Juga

Daerah

Tangis Haru di Jumat Curhat: Kepedulian Polres Aceh Tengah untuk Warga Kute Panang

Daerah

384 Hotspot Terdeteksi, Pemkab Aceh Utara Minta Warga Tingkatkan Waspada
Wakapolda Aceh

Daerah

Wakapolda Aceh: Gerak Cepat Jadi Kunci Selamatkan Nyawa

Daerah

Semarakan Bulan Suci Ramadhan KNPI Simeulue Bagikan Ratusan Paket Takjil

Daerah

Program SULING di Masjid At-Taqwa, Polres Bener Meriah Serukan Pesan Kamtibmas dan Iman

Daerah

DPRK Sabang Gelar Rapat Paripurna Penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Periode 2025-2030

Daerah

Kapolda Aceh bersama Wakapolda Silaturahmi ke Wali Nanggroe
Bireuen

Daerah

Aceh dan Bireuen Perkuat Sinergi Tangani Dampak Banjir