Home / Daerah

Jumat, 15 Agustus 2025 - 21:48 WIB

Peringatan 20 Tahun MoU Helsinki, Ini Pesan Bupati Al-Farlaky Untuk Generasi Muda

mm Syaiful AB

Bupati Aceh Timur Hadiri Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh, Disambut Hangat Para Tokoh. dok. Diskominfo Kabupaten Aceh Timur.

Bupati Aceh Timur Hadiri Peringatan 20 Tahun Perdamaian Aceh, Disambut Hangat Para Tokoh. dok. Diskominfo Kabupaten Aceh Timur.

BANDA ACEH – Peringatan dua dekade perdamaian Aceh digelar di Balai Meuseu Raya Aceh, Banda Aceh, Jumat (15/8/2025), menghadirkan Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.Si, bersama para tokoh Aceh lintas generasi. Dimana, acara ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan perdamaian Aceh sejak penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Sejak tiba, Bupati Al-Farlaky menjadi pusat perhatian tamu undangan. Ia tampak akrab berbincang dengan Ketua DPRA, Wakil Gubernur Aceh, dan sejumlah kolega lamanya. Suasana cair dan hangat terlihat ketika para pejabat serta tokoh masyarakat saling bersalaman, bertegur sapa, dan berswafoto bersama.

Baca Juga :  Wakili Bupati, Kadisdik Dayah Hadiri Penglepasan dan Wisuda Syahadah Al Quran 30 Juz ke-VII Ma'had Daarut Tahfiz Al-Ikhlas

Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk menjaga komitmen perdamaian yang telah bertahan selama 20 tahun. “Aceh, Alhamdulillah, bertahan sangat lama. Kita ikhlas dalam perdamaian, Hari ini genap 20 tahun perdamaian Aceh. Waktu yang panjang, membesarkan, membahagiakan, tapi juga mengecewakan,” ujarnya dengan nada suara bergetar dan mata berkaca-kaca.

Mualem juga menekankan bahwa realisasi kesepakatan MoU Helsinki masih jauh dari tuntas dan meminta komitmen penuh Pemerintah Pusat agar kepercayaan rakyat Aceh tidak terkikis.

Baca Juga :  Kondisi Kesehatan Gubernur Mualem di Singapura, Kapan Kembali ke Aceh?

Sependapat dengan Gubernur, Bupati Al-Farlaky menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar peringatan, melainkan sarana untuk merawat persaudaraan yang lahir dari perdamaian. “Dua puluh tahun adalah waktu yang panjang, dan kita telah membuktikan bahwa Aceh mampu menjaga komitmen damainya,” ujarnya, dilansir dari laman resmi Diskominfo Kabupaten Aceh Timur.

Selain itu, Bupati Al-Farlaky menekankan bahwa perdamaian harus diisi dengan kerja nyata untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. “Perdamaian bukan hanya soal berhentinya konflik, tapi tentang menghadirkan rasa adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Aceh. Pemerintah Pusat memiliki kewajiban moral dan politik untuk menuntaskan semua butir perjanjian damai,” tegasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRK Aceh Besar dan Bupati Jalin Kolaborasi dalam Program Beasiswa Universitas Indonesia

Kepada generasi muda, Bupati juga menyampaikan pesan penting yang menjadi inti peringatan ini. “Kita tidak boleh lupa bagaimana perdamaian ini lahir. Ia dibayar mahal oleh para pejuang dan rakyat. Ingat sejarahnya, hargai prosesnya, dan jaga warisannya,” tutup Al-Farlaky.***

Editor: DahlanReporter: Syaiful AB

Share :

Baca Juga

Daerah

Pangdam IM Pastikan Distribusi Tepat Sasaran pada Gerakan Pangan Murah Aceh

Daerah

Jelang Aksi Unjuk Rasa, Kapolres Aceh Tamiang Ajak Masyarakat Hindari Anarkisme

Daerah

Sosok Pelaku Pembacokan Yang Tewaskan 5 Orang Sekeluarga di Aceh Tenggara, 1 Korban Masih Balita

Daerah

Kapolres Aceh Tengah Silaturahmi ke Pimpinan Ponpes dan Majelis Adat, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Daerah

Kapolda Aceh Harap Pejabat yang Baru Segera Fokus Berikan Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat
PKL Bandel

Daerah

PKL Bandel Kembali Ramaikan Jalan Syiah Kuala, Satpol PP Turun

Daerah

TNI dan BWS Sumatera I Genjot Irigasi Aceh Utara

Daerah

Perumdam Tirta Daroy Berlakukan Diskon Tarif Air Bersih Sejak Februari 2025