Home / Pendidikan

Rabu, 13 Agustus 2025 - 19:26 WIB

Santri Pesantren Nihadlul Qulub Zikir di Atas Awan, Taklukkan Puncak Tertinggi Gunung Slamet

mm Redaksi

Sambut HUT RI ke-81, enam personel Pesantren Tahfidz menaklukkan Puncak Surono, puncak tertinggi dari Gunung Slamet. dok. Kemenag RI

Sambut HUT RI ke-81, enam personel Pesantren Tahfidz menaklukkan Puncak Surono, puncak tertinggi dari Gunung Slamet. dok. Kemenag RI

TEGAL – Enam santri Pesantren Nihadlul Qulub merayakan momen jelang Hari Kemerdekaan dengan cara unik, yakni mendaki dan berzikir di Puncak Surono, titik tertinggi Gunung Slamet, gunung kedua tertinggi di Pulau Jawa. Ekspedisi bertajuk Tadabbur Jibal Slamet ini menjadi perjalanan spiritual, perenungan, sekaligus ujian fisik.

Tim berangkat pada Kamis (7/8/2025) pukul 08.00 WIB dari Basecamp Permadi di Guci, Tegal, melalui jalur yang dikenal panjang dan menantang. Setelah 6,5 jam mendaki, mereka tiba di Pos 4. “Kami memilih jalur Permadi karena sesuai dengan semangat tadabbur kami: perlahan tapi penuh makna,” ujar Kyai Ali Sobirin, pimpinan tim, Rabu (13/8/2025).

Baca Juga :  Kadisdik Aceh Tegaskan Pentingnya LKS yang Jujur dan Berkualitas

Pendakian dibagi menjadi empat tahap: Basecamp–Pos 1 dengan jalur landai, Pos 1–Pos 2 dengan tanjakan awal yang menguji fisik, Pos 2–Pos 3 yang relatif datar, dan Pos 3–Pos 4 yang panjang serta melelahkan.

Pada Jumat dini hari pukul 03.00 WIB, perjalanan menuju puncak dimulai. “Otot paha dan betis pegal, dan jantung berdegup kencang serta napas tersengal,” kata Kyai Ali. Ia mengaku terbantu oleh santri yang sigap memijat setiap kali berhenti.

Baca Juga :  Menteri Abdul Mu’ti: Pendidikan Aceh Harus Berbasis Karakter dan Keadilan Akses

Enam jam kemudian, tim mencapai Puncak Surono. Mereka mengibarkan bendera Merah Putih di tengah hamparan awan, lembah hijau, dan kawah belerang. Meski sempat berencana mengibarkan bendera bajak laut One Piece, tim akhirnya memutuskan untuk menghormati pahlawan kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Saka.

Baca Juga :  Keuchik Beurawe Bantu Meringankan Beban Keluarga Kurang Mampu Lewat Bantuan Perlengkapan Sekolah

Bagi santri Nihadlul Qulub, Tadabbur Jibal adalah sarana membaca ayat-ayat Allah melalui keindahan alam. “Setiap detak jantung, rasa sakit, dan pemandangan adalah pengingat bahwa manusia lemah tanpa Allah,” ujar Andar, santri asal Nabire, Papua Tengah.

Pengasuh pesantren, Ali Sobirin El-Muannatsy, menjelaskan kegiatan ini selaras dengan misi pesantren mendampingi santri agar cerdas di lima aspek: spiritual, intelektual, mental, fisikal, dan finansial. “Mendaki gunung adalah strategi kami mengawal tumbuhnya dua kecerdasan itu,” tegasnya.***

Editor: RedaksiReporter: Redaksi

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

SMA Negeri 1 Lhoknga Lepas 79 Tukik di Pantai Lampuuk, Wujud Pendidikan Berbasis Konservasi Penyu di Aceh Besar

Pendidikan

Polsek Wih Pesam Gelar Polisi Negehi Sekulah di SMKN 4 Bener Meriah

Parlementarial

Kasus Kekerasan Balita di Daycare Ilegal, DPRK Banda Aceh Dorong Seleksi Psikologi Tenaga Pengajar

Daerah

SMA N 3 Simeulue Tengah Bagi-Bagi Takjil, Perkuat Nilai Kepedulian di Bulan Ramadhan 

Pemerintah Aceh

Perkuat Transparansi, Disdik Aceh Terima Kunjungan Monev dari Komisi Informasi Aceh

Pendidikan

Dua Siswa MTsN Tebing Tinggi Raih Emas dan Perak di Kejuaraan Silat Internasional 2025

Pendidikan

MTs Darul Ulum Banda Aceh Raih Juara 3 Umum di RIAB Fair 2025
Pramuka Garuda

Pendidikan

Pramuka Garuda MAN IC Serpong Dilantik, Orang Tua Terharu