Banda Aceh – Departemen Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menggelar seminar internasional bertajuk The 7th Aceh Surgery Update Meeting (ASUM) pada 3–6 Juli 2025 mendatang.
Acara bergengsi ini akan mengangkat tema “How Surgeon Deal With Infection” dan berlangsung di sebuah hotel di kawasan Banda Aceh.
Ketua Panitia ASUM 2025, dr Lauhil Mahfudz SpB, SubspBVE(K), menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan Departemen Bedah USK yang dirangkai dalam bentuk workshop dan seminar ilmiah.
“Ada delapan workshop yang akan digelar pada 3 Juli, dilanjutkan seminar selama dua hari ke depan,” ujarnya, Senin (23/6/2025).
Tahun ini, ASUM ke-7 akan menghadirkan tokoh penting nasional, yakni Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD(K)EMD, PhD, sebagai salah satu keynote speaker.
Selain itu, deretan pembicara nasional dan internasional juga akan turut berbagi pengetahuan terkini di bidang bedah dan penanganan infeksi.
Para pembicara luar negeri yang dijadwalkan hadir di antaranya adalah Prof. Tatsuhiko Kubo dari Hiroshima University (Jepang), Dr. Flavio Salio dari WHO Health Emergency, serta Prof. Roberto Mugavero dari Amerika Serikat.
Panitia menargetkan kehadiran sekitar 300 peserta, terdiri dari dokter spesialis bedah, subspesialis, residen, dokter umum, serta mahasiswa kedokteran dari berbagai daerah, bahkan dari luar negeri.
Menariknya, dalam ASUM 2025 ini juga akan digelar Simposium ke-8 dengan tema “Medico Entrepreneur.”
Dalam sesi ini, sejumlah dokter bedah akan berbagi pengalaman mengenai dunia kewirausahaan medis, termasuk bagaimana mereka menciptakan lapangan kerja baru melalui inovasi dan kemandirian usaha.
“Simposium ini diharapkan bisa menginspirasi para dokter, khususnya generasi muda, untuk tak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga kreatif dan mandiri secara ekonomi,” pungkas dr. Lauhil.
Ia mengatakan, ASUM ke-7 ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi para profesional medis untuk memperkuat jejaring, memperbarui wawasan, dan meningkatkan kapasitas di tengah tantangan global.
Editor: RedaksiSumber: https://Serambinews