Home / Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:45 WIB

Samira Travel Tanggung Penuh Biaya Pengobatan hingga Pemulangan Jenazah Jamaah Umrah Asal Nagan Raya

mm Redaksi

Tim Samira Travel mendampingi proses pemulangan jenazah Ismail bin Mustafa dari Malaysia hingga ke kampung halamannya di Nagan Raya, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Tim Samira Travel mendampingi proses pemulangan jenazah Ismail bin Mustafa dari Malaysia hingga ke kampung halamannya di Nagan Raya, Rabu (21/10/2026). Foto: Dok. Istimewa

Nagan Raya – Samira Travel menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya salah seorang jamaah umrah, Ismail bin Mustafa, yang meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Malaysia setelah mengalami komplikasi penyakit usai menjalankan perjalanan ibadah umrah.

Almarhum sempat menjalani perawatan medis sejak 4 Oktober 2026, ketika kondisi kesehatannya memburuk dalam perjalanan kembali ke Tanah Air seusai menunaikan ibadah umrah.

Kepala Cabang Samira Aceh, Tgk. Musliadi, saat dikonfirmasi di Nagan Raya, Kamis (22/10/2026), menjelaskan bahwa sebelum keberangkatan kembali ke Tanah Air, almarhum sempat mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Madinah.

“Setelah mendapatkan perawatan, pihak rumah sakit menyatakan kondisi Pak Ismail sudah membaik sehingga beliau diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan menjalankan rangkaian ibadah,” ujar Tgk. Musliadi.

Namun, setibanya di Makkah, kondisi kesehatan almarhum kembali menurun. Saat melaksanakan ibadah umrah, almarhum bahkan harus menggunakan kursi roda untuk membantu mobilitasnya.

Baca Juga :  Jembatan Awe Geutah Ambruk, Wagub Aceh Tinjau Lokasi dan Minta Pembangunan Jalur Alternatif Dipercepat

Kondisi tersebut semakin memburuk ketika rombongan melakukan perjalanan pulang ke Tanah Air. Almarhum kemudian harus mendapatkan perawatan intensif di sebuah rumah sakit ternama di Malaysia, termasuk di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Menurut Tgk. Musliadi, selama menjalani perawatan, almarhum mengalami komplikasi kesehatan yang serius, termasuk gangguan fungsi ginjal hingga memerlukan tindakan cuci darah, serta gangguan pernapasan.

“Tim Samira Travel terus melakukan pendampingan selama Pak Ismail menjalani perawatan di Malaysia. Kami berupaya memberikan pendampingan dan memastikan kebutuhan penanganan beliau selama berada di rumah sakit,” ungkapnya.

Meski telah mendapatkan penanganan medis, Allah SWT berkehendak lain. Almarhum Ismail bin Mustafa akhirnya dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Setelah melalui proses pengurusan pemulangan, jenazah almarhum tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB. Kedatangan jenazah disambut oleh tim Samira Travel untuk selanjutnya dibawa menuju rumah duka di Gampong Cot, Kabupaten Nagan Raya.

Baca Juga :  Pemilihan Reje Kampung Amor Berlangsung Aman dan Lancar, Saova Raih Suara Terbanyak

Proses pengantaran jenazah menuju kampung halaman dilakukan menggunakan ambulans RAPI Aceh Barat sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulangan almarhum agar dapat segera diserahkan kepada keluarga.

Rombongan tiba di rumah duka pada Rabu malam sekitar pukul 23.12 WIB dan disambut oleh pihak keluarga. Setibanya di rumah duka, proses fardu kifayah segera dilaksanakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum sebelum dimakamkan.

Tgk. Musliadi menegaskan bahwa Samira Travel berkomitmen untuk bertanggung jawab atas penanganan musibah yang dialami almarhum, mulai dari biaya pengobatan selama menjalani perawatan di rumah sakit hingga proses pemulangan jenazah dari Malaysia ke Aceh dan selanjutnya ke kampung halaman.

“Insyaallah, seluruh biaya pengobatan selama perawatan, proses pemulangan jenazah dari Kuala Lumpur hingga ke kampung halaman, serta kebutuhan terkait pemakaman akan menjadi tanggung jawab Samira Travel,” tegasnya.

Baca Juga :  Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh Dituntut Hasilkan Solusi Nyata bagi Kota

Ia menambahkan, komitmen tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap jamaah serta keluarga yang sedang menghadapi musibah.

Menurutnya, pelayanan kepada jamaah tidak hanya sebatas mendampingi mereka dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci, tetapi juga mencakup perhatian, pendampingan, dan tanggung jawab ketika jamaah menghadapi kondisi darurat selama perjalanan.

“Bagi kami, jamaah bukan sekadar peserta perjalanan ibadah, melainkan keluarga yang harus mendapatkan perhatian dan pendampingan. Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tutup Tgk. Musliadi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Kemenag Aceh Besar Serahkan 80 Sertifikat Tanah Wakaf, Target 2025 Capai 150 Persil

Aceh Besar

Dipimpin Putra Asli Sibreh, Syech Muharram Ajak Dandim Baru Bersinergi Bangun Aceh Besar & Banda Aceh

Daerah

Dinsos Aceh Gelar Family Gathering Penuh Kekompakan

Daerah

Safari Dakwah di SMPN 17 Banda Aceh, DSI Tekankan Pentingnya Motivasi Belajar dan Akhlak Mulia

Daerah

Kapolda Aceh Deklarasikan “Green Policing” untuk Perangi Tambang Ilegal
Truk Terguling

Daerah

Truk Terguling di Muara Satu, Hujan Deras Bikin Jalan Licin
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Ajak Generasi Muda Lawan Narkoba Lewat Sport

Daerah

Utamakan Kualitas, Pemborong Supriadi Tegas Awasi Pembangunan KDMP