SIMEULUE – Yayasan Bina Generasi Simeulue meminta agar Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dialihkan pengelolaannya ke kantin Sekolah. Kamis (10/09/2026).
Yayasan menilai kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang karena menyangkut keberlanjutan program, kepentingan peserta didik, serta tujuan awal dibentuknya MBG oleh Pemerintah Pusat.
Yayasan Bina Generasi Simeulue menuturkan, pengalihan MBG ke kantin Sekolah bukan sekadar persoalan memindahkan pengelolaan. Ada banyak hal yang perlu dipikirkan. Mulai dari sistem pendidikan, tenaga pengajar dan pembiayaan.
“Yang harus menjadi pertimbangan utama bukan hanya siapa yang mengelola. Tetapi untuk apa MBG dibentuk dan siapa yang paling merasakan manfaatnya,” demikian sikap Yayasan Bina Generasi Simeulue kepada media ini.
Menurut Yayasan, MBG memiliki nilai dan fungsi yang tidak semestinya dipandang hanya sebagai Program Makanan Bergizi Gratis yang dengan mudah dialihkan ke lembaga pendidikan sebagai struktur Sekolah. Sebab, proses pembinaan dan tujuan MBG perlu dijaga agar tidak hilang dalam perubahan pengelolaan.
Oleh karena itu, Yayasan Bina Generasi Simeulue berharap pemerintah dan pihak terkait membuka ruang sebelum mengambil keputusan.
Tak hanya itu, Yayasan juga menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin persoalan ini dilihat sebagai kepentingan lembaga semata. Yang lebih penting adalah memastikan setiap keputusan benar-benar berpihak kepada peserta didik dan masyarakat.
“Jangan sampai karena ingin mengubah pengelolaan, justru tujuan awal dan kepentingan anak-anak yang dikorbankan,” tegas yayasan.
Yayasan berharap MBG yang merupakan Program unggulan Presiden Prabowo dapat berkelanjutan.
“Kami berharap MBG yang merupakan Program unggulan Presiden Prabowo dapat berlanjut,” pungkasnya.
Editor: DahlanReporter: Agus Muliadi










