Home / Pendidikan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 23:34 WIB

Pendidikan Gratis di Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi Al-Munawarah Pidie Jaya

mm Muhammad Rissan

Foto: Dok/Humas Dayah Raudhatul Jannah Malasyi Al -Munawwarah

Foto: Dok/Humas Dayah Raudhatul Jannah Malasyi Al -Munawwarah

Pidie Jaya – Di tengah mahalnya biaya pendidikan,Tgk. H. Sibral Malasyi, M.Ali., S.Sos., M.E. memilih jalan yang berbeda. Harta yang diperoleh dari hasil usahanya tidak dinikmati untuk kemewahan, tetapi diwakafkan dalam bentuk karya nyata melalui Dayah Raudhatul Jannah Al-Malasyi Al-Munawarah di Gampong Meuko Baroh, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

Sejak direncanakan pada tahun 2000 dan mulai berkembang pada 2007, hampir seluruh perjalanan dayah dibangun dari biaya pribadi. Pembebasan lahan, pembangunan ruang belajar, asrama, mushalla, hingga sarana pendukung lainnya dibiayai dari hasil perusahaan yang dirintisnya. Tidak hanya membangun, beliau juga menjaga agar roda pendidikan terus berjalan dengan menanggung biaya operasional, termasuk kebutuhan hidup dan konsumsi (makan minum) santri digratiskan.

Baca Juga :  Mendikdasmen Tinjau Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Utara, Revitalisasi Pendidikan Jadi Prioritas Nasional

Komitmen itu melahirkan kebijakan yang jarang ditemui. Santri yang datang cukup membawa pakaian, sementara kebutuhan pendidikan dan kehidupan di dayah disiapkan sepenuhnya. Pada awalnya dayah memprioritaskan anak yatim dan dhuafa, namun kini seluruh santri memperoleh pendidikan gratis tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

Baca Juga :  BPKS Dorong Anak Muda Sabang Siap Bersaing di Era Digital

Di bawah kepemimpinan yang berkelanjutan, Dayah Raudhatul Jannah terus berkembang dengan memadukan pendidikan kitab kuning dan SPM Wustha serta SPM Ulya, yang kini membina sekitar 250 santri.

Apa yang dilakukan Tgk. H. Sibral Malasyi membuktikan bahwa kekayaan tidak hanya bernilai ketika disimpan, tetapi jauh lebih bermakna ketika diubah menjadi jalan lahirnya lembaga pendidikan, terbukanya akses belajar secara gratis, dan terciptanya generasi yang berilmu serta berakhlak. Itulah warisan terbesar yang akan terus hidup, jauh melampaui nilai materi yang pernah dimiliki.

Baca Juga :  MAN IC Pekalongan Akhiri Matsama, Pemetaan Potensi Siswa Baru Ungkap Banyak Calon Dokter dan Saintis

Penulis: Dr. Tgk. Saiful Bahri, M.A

Pemerhati Pendidikan Dayah Aceh

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Izzat Nugraha Raih Doktor Biologi Kelautan di Jepang

Pendidikan

9.000 Mahasiswa Baru Ikuti PBAK UIN Jakarta 2025, Hadirkan Tokoh Nasional dan Publik Figur

Aceh Besar

Anggota DPRK Aceh Besar dan Bupati Jalin Kolaborasi dalam Program Beasiswa Universitas Indonesia
MAN 1 Pekanbaru

Pendidikan

MAN 1 Pekanbaru Sukses Bawa Pulang 3 Medali OSN 2025

Pendidikan

Kemenag Siapkan MQK Internasional Pertama, Wajo Jadi Tuan Rumah

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Pastikan PBM Semester Genap 2025/2026 Tetap Dimulai 5 Januari Meski Dilanda Bencana

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Mualem Lantik 248 Kepala Sekolah, Minta Jaga Akhlak dan Karakter Generasi Muda

Pendidikan

Plt. Kadisdik Aceh: Guru Tak Hanya Mengajar, Tapi Menuntun ke Surga