Home / News

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:25 WIB

Munas III PJS Dibuka, Mahmud Tegaskan Target Jadi Konstituen Dewan Pers

mm Rahmat Ramadhan

Suasana pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalisme Siber (PJS) di Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Dok:Ist)

Suasana pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalisme Siber (PJS) di Jakarta, Selasa (21/7/2026).(Dok:Ist)

Jakarta – Musyawarah Nasional (Munas) III Pro Jurnalisme Siber (PJS) resmi dibuka di Jakarta, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini diikuti ratusan delegasi dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan ke depan.

Pembukaan berlangsung khidmat diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan Mars PJS. Suasana kebersamaan tampak dari antusiasme para peserta yang memenuhi ruang sidang.

Mengusung tema “Transformasi Jurnalis Siber di Era Digital: Memperkuat Kompetensi dan Perlindungan Hukum demi Masa Depan Pers Indonesia,” Munas III PJS secara resmi dibuka oleh Ketua Dewan Penasehat PJS, Farij Aljawi.

Baca Juga :  Khitan Modern Minim Nyeri, BFLF Bantu Anak Yatim dan Fakir Miskin

Dalam sambutannya, Ketua Umum PJS, Mahmud Marhaba menegaskan bahwa Munas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan serta memperkuat eksistensi PJS ke depan.

“PJS memiliki visi mewujudkan jurnalis yang berintegritas, kompeten, dan profesional. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar organisasi semakin kuat dan mendapat pengakuan sebagaimana yang kita harapkan,” ujar Mahmud.

Ia menyampaikan, salah satu fokus utama PJS saat ini adalah mempersiapkan seluruh persyaratan agar dapat diakui sebagai konstituen Dewan Pers. Untuk itu, Mahmud mengajak seluruh pengurus daerah mempercepat penyelesaian dokumen administrasi yang dibutuhkan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Baca Juga :  Sekolah Keluhkan Kualitas Menu MBG

Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat PJS, Farij Aljawi menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme wartawan di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Menurutnya, jurnalis perlu memiliki spesialisasi dalam bidang liputan agar mampu menghasilkan karya yang lebih mendalam, akurat, dan berkualitas.

“Wartawan harus memiliki identitas profesi yang jelas, apakah fokus pada olahraga, politik, ekonomi, budaya, atau bidang lainnya. Tanpa spesialisasi, kualitas pemberitaan sulit berkembang secara maksimal,” tegasnya.

Baca Juga :  Istana Pastikan Prabowo Putuskan Polemik 4 Pulau Berdasarkan Aspirasi-Historis

Farij juga mengapresiasi tingginya partisipasi pengurus PJS dari berbagai daerah yang hadir dalam Munas III. Ia menilai hal tersebut sebagai bukti kuatnya komitmen dan rasa memiliki terhadap organisasi.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Musyawarah Nasional III Pro Jurnalisme Siber secara resmi saya buka,” ucapnya sembari mengetuk meja sidang.

Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan sidang Munas yang dipimpin Ketua Umum PJS. Dalam forum tersebut, peserta akan membahas program strategis organisasi serta menentukan arah kepemimpinan PJS periode mendatang, termasuk memperkuat langkah menuju pengakuan sebagai konstituen Dewan Pers.(*)

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

News

Komitmen Tuntaskan Kemiskinan, Wabup Aceh Barat Dukung Penuh Event PRO PKH

Nasional

Kasasi Harvey Moeis Ditolak MA, Tetap Dihukum 20 Tahun Penjara

Daerah

Produk UMKM Aceh Dipamerkan di Indonesia City Expo

News

Aceh Raih Penghargaan Wirasena 2025 di Puncak Sumpah Pemuda

News

PSID Sebut SBY Konsisten Pilih Jalur Diplomasi dalam Menyikapi Konflik Dunia

Daerah

Antisipasi Masuknya Narkoba dan Bahan Terlarang Polresta Banda Aceh Tingkatkan Razia Kendaraan

Daerah

Tim Lebah Seret Makelar Parkir Liar di Tungkop Aceh Besar ke Polsek, Segini Setorannya Tiap Bulan

News

Habiskan Anggaran 800 Juta, Perayaan HUT Pidie Jaya ke 19 dan Peringatan 1 Muharram Berjalan Sederhana