Home / Pemko Banda Aceh

Selasa, 23 Juni 2026 - 19:47 WIB

Diskominfotik Banda Aceh Perkuat Ekosistem Startup Lokal Lewat Deklarasi Digital Nasional

mm Redaksi

Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir bersama para pemangku kepentingan ekosistem digital nasional mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur dalam ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Kepala Diskominfotik Kota Banda Aceh Muhammad Zubir bersama para pemangku kepentingan ekosistem digital nasional mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur dalam ajang Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026). Foto: Dok. Diskominfo Kota Banda Aceh

Jakarta – Pemerintah Kota Banda Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi digital nasional dengan mengikuti Deklarasi Pengembangan Inovasi Digital dan Penciptaan Techpreneur yang berlangsung dalam kegiatan Digital Ecosystem Alignment (DEAL) 2026 di Tribrata Convention Center, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital tersebut, Wali Kota Banda Aceh diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir.

Deklarasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pemerintah, industri, akademisi, hingga komunitas digital sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem startup yang inovatif, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Selain Pemerintah Kota Banda Aceh, deklarasi tersebut juga diikuti oleh sejumlah kementerian, pemerintah daerah, perusahaan teknologi, lembaga keuangan, serta organisasi pendukung industri digital nasional.

Baca Juga :  Tutup Daurah Al-Quran Ramadan 1447 H, Wali Kota Banda Aceh Wisuda 400 Santri

Muhammad Zubir mengatakan deklarasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, khususnya di daerah.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia, akses pembiayaan, penguatan jejaring kemitraan, adopsi teknologi, hingga penyusunan regulasi yang mendukung pertumbuhan startup dan technopreneur.

“Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen mempercepat transformasi ekonomi daerah melalui pembangunan ekosistem startup lokal yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Zubir.

Ia menjelaskan, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pembinaan kewirausahaan digital, pengembangan inovasi, serta fasilitasi pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga :  Antisipasi Pencurian Kabel Terulang, Diskominfotik Banda Aceh Perkuat Pengawasan Underpass Beurawe

Menurutnya, pengembangan ekosistem digital di Banda Aceh dilakukan melalui pendekatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, dan media.

Selain itu, Pemerintah Kota Banda Aceh juga terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan digital, literasi teknologi, hingga program inkubasi bisnis bagi generasi muda dan pelaku UMKM.

“Pemko Banda Aceh telah mulai melaksanakan berbagai program peningkatan kompetensi digital, termasuk pelatihan, inkubasi bisnis, serta kegiatan inovatif seperti hackathon untuk mendorong lahirnya startup-startup baru,” katanya.

Di sisi infrastruktur, pemerintah kota juga terus memperluas akses internet dan menyediakan ruang kolaborasi kreatif atau coworking space guna mendukung tumbuhnya komunitas inovasi dan kewirausahaan digital.

Baca Juga :  Pemko Banda Aceh Salurkan Dua Ekor Sapi Kurban bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Pidie Jaya

Zubir menilai penguatan ekosistem digital akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, mulai dari terciptanya lapangan kerja baru, meningkatnya daya saing pelaku usaha lokal, hingga efisiensi pelayanan publik berbasis teknologi.

“Harapannya, inovasi yang lahir dari Banda Aceh tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga menembus pasar internasional serta menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui partisipasi dalam DEAL 2026, Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan dukungannya terhadap percepatan transformasi digital nasional sekaligus memperkuat posisi Banda Aceh sebagai salah satu daerah yang aktif mengembangkan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemko Banda Aceh

Pesan Rumah Tangga Tangguh, Syeikh Reza dan Peggy Melati Sukma Sapa ASN Banda Aceh

Daerah

Pawai Tarhib Ramadan Banda Aceh 2026: Kolaborasi Masyarakat dan Forkopimda Sambut Bulan Suci

Daerah

Dewan sebut Banda Aceh City Expo 2026 sebagai Simbol Visi Kota Kolaborasi

Pemko Banda Aceh

Kloter 14 Berangkat ke Tanah Suci, 87 JCH Banda Aceh Resmi Dilepas dari Balaikota

Pemko Banda Aceh

Rakor Asokulam Digelar, Illiza Sa’aduddin Djamal Tekankan Pelayanan Publik Responsif

Pemko Banda Aceh

Hadiri Pelantikan BKM Lueng Bata, Afdhal Khalilullah Dorong Optimalisasi Pembangunan Masjid

Pemko Banda Aceh

Wakil Wali Kota Banda Aceh Ingatkan Bahaya Konten Negatif Gadget Saat Safari Ramadan

Pemko Banda Aceh

Kasus Penganiayaan Bayi, Pemko Banda Aceh Tutup Baby Preneur Daycare di Syiah Kuala