Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memimpin apel Pencanangan Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di halaman Balai Kota Banda Aceh, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah, Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Jalaluddin, jajaran pejabat Pemerintah Kota Banda Aceh, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banda Aceh Tedi Herdiawan, para keuchik, serta 234 petugas Sensus Ekonomi 2026.
Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan apresiasi kepada BPS Banda Aceh atas komitmennya menyediakan data statistik yang akurat dan berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari ketersediaan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Ketika berbicara tentang pembangunan, yang sering terlihat oleh masyarakat adalah hasil akhirnya. Namun sebelum semua itu diwujudkan, ada satu hal yang menjadi fondasinya, yaitu data yang akurat dan terpercaya,” ujar Illiza.
Ia menegaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah, perkembangan dunia usaha, potensi yang dimiliki, hingga berbagai tantangan yang harus dihadapi pemerintah.
Illiza menjelaskan, Kota Banda Aceh saat ini memiliki jumlah penduduk sebanyak 269.552 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan dan 90 gampong. Dari jumlah tersebut, sekitar 61.715 jiwa berada pada kelompok usia produktif 16 hingga 30 tahun yang dinilai menjadi modal besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, potensi tersebut hanya dapat dimanfaatkan secara optimal apabila didukung data yang menggambarkan kondisi riil pelaku usaha di lapangan.
“Kita perlu mengetahui siapa yang berusaha, di sektor apa mereka bergerak, bagaimana perkembangannya, dan apa saja kebutuhan yang perlu didukung oleh pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan, sekaligus menjadi referensi dalam berbagai publikasi statistik, termasuk Kota Banda Aceh Dalam Angka, yang dimanfaatkan pemerintah, akademisi, investor, pelaku usaha, media, dan masyarakat.
Karena itu, Illiza mengajak seluruh pelaku usaha, baik usaha mikro, kecil, menengah, maupun usaha besar, untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi yang benar, lengkap, dan sesuai kondisi sebenarnya saat petugas sensus melakukan pendataan.
Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas sensus yang akan bertugas di lapangan.
“Saudara-saudara adalah ujung tombak dalam menghasilkan data yang berkualitas. Laksanakan tugas ini dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab,” pesannya.
Di akhir sambutannya, Illiza mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh, Forkopimda, instansi vertikal, akademisi, media, komunitas, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Mengakhiri sambutannya, ia menggaungkan slogan “Data Beutoi, Ekonomi Teuga” sebagai semangat mewujudkan pembangunan berbasis data yang akurat.
Editor: Dahlan










