Home / Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:12 WIB

MAA Aceh Luncurkan Program Sosialisasi Adat: Jaga Agama dari Pelanggaran Era Medsos

mm Redaksi

Prof Dr Yusri Yusuf, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) foto bersama Pimred NOA.co.id usai pengukuhan di Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Prof Dr Yusri Yusuf, Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) foto bersama Pimred NOA.co.id usai pengukuhan di Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Prof Dr Yusri Yusuf menyatakan program prioritas pihaknya adalah melakukan revitalitasi lembaga-lembaga adat yang ada di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

“Tentu revitalisasi itu bertujuan untuk memperkuat kembali dan melestarikan nilai-nilai budaya, tradisi, serta lembaga adat agar tetap relevan di era globalisasi ini,” katanya di Aceh Besar, Sabtu (9/5/2026).

Hal tersebut disampaikan usai pengukuhan MAA oleh Paduka Yang Mulia Tgk Malik Mahmud Al Haytar. Revitalisasi lembaga-lembaga adat tersebut juga sebuah proses yang bertujuan mencegah punahnya warisan budaya dan memastikan generasi muda memahaminya.

Baca Juga :  Perkuat Ekonomi Gampong, DPMG Banda Aceh Latih Pengelola BUMG dengan Manajemen Profesional

“MAA juga akan membuat program sosialisasi tentang adat dan istiadat kepada masyarakat luas, sehingga warisan yang merupakan sebuah peradaban Aceh itu bisa hidup kembali di era modern ini, ” katanya menjelaskan.

Fungsi adat itu untuk menjaga agama, bila adat tidak ada lagi di dalam masyarakat, Yusri menjelaskan tentu agama akan tergerus oleh prilaku-prilaku yang tidak diharapkan

Baca Juga :  AKP Suci Ajak Pelajar Jadi Generasi Anti-Narkoba di Kegiatan MPLS

Mengutip perkataan orang-orang tua terdahulu, dalam bahasa Aceh “Kong rumoh karena bajo selingka puteng dan kong agama karena adat na di genireung. Jadi adat itu mengguatkan dan menjaga agama, ” katanya menambahkan.

Jadi masyarakat tidak cenderung melanggar agama jika adat yang tumbuh dan kuat dalam komunitas penduduk. “Adat itu warisan orang tua yang harus dijalankan dan dipertahankan, ” tambah dia.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Potong Anggaran SKPA untuk Percepatan Penanganan Banjir Hidrometeorologi

Jadi, agama itu seperti tanaman dan adat itu adalah pagarnya. Orang tua dulu membuat adat untuk menjaga agama.

Ketika ditanya soal prilaku oknum masyarakat yang kerap melakukan pelanggaran adat dan prilaku yang dinilai tidak mencerminkan budaya Aceh lewat media sosial, Yusri menegaskan pihaknya juga siap memanfaatkan teknologi informasi (sosmed) untuk mengampanyekan adat dan budaya Aceh yang ideal saat ini. //Redaksi.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Dukung Ketahanan di Masa Pascabencana, Kini 9.000 Warga Tamiang Dapatkan Akses Air Bersih

Daerah

Babinsa Koramil 03/Pegasing Hadiri Lomba MTQ MUSPIKA Tingkat Kecamatan Pegasing 2026

Daerah

Kodam Iskandar Muda Gelar Sosialisasi Program TWP AD

Daerah

Tingkatkan kualitas Layanan, DRKA Aceh gelar Pelatihan Pelayanan Prima di Abdya.

Daerah

Nikah di Tiga Masjid Besar Banda Aceh, Pasangan Langsung Dapat KTP-el dan KK

Daerah

Plt. Sekda Bener Meriah Kukuhkan Paskibraka HUT RI ke-80
Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky

Daerah

Bupati Aceh Timur Iskandar Al-Farlaky Salurkan Zakat Rp3,1 M

Daerah

Jelang Aksi Unjuk Rasa, Kapolres Aceh Tamiang Ajak Masyarakat Hindari Anarkisme