Home / Pemerintah Aceh

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:07 WIB

Gubernur Mualem Dorong KKP Perbaiki Sedimentasi Muara Sungai Aceh: Dampak Banjir dan Kesulitan Nelayan Teratasi

mm Tiara Ayu Juneva

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev, menerima Tim Koordinasi dan Survei Lokasi Pembersihan Sedimentasi Laut Pascabencana Provinsi Aceh, di Ruang Rapat Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa, (5/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh, Ir. T. Robby Irza, S.SiT, MT, dan Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Safrizal, S.STP., M.Ec.Dev, menerima Tim Koordinasi dan Survei Lokasi Pembersihan Sedimentasi Laut Pascabencana Provinsi Aceh, di Ruang Rapat Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa, (5/5/2026). Foto: Dok. Biro Adpim Setda Aceh

Banda Aceh — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) langsung merespons permintaan Gubernur Aceh Muzakir Manaf untuk mengatasi sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal di berbagai wilayah Aceh.

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Permana Yudiarso, menyampaikan hal ini saat audiensi dengan Gubernur Aceh di Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (5/5/2026).

Permana menjelaskan bahwa kunjungan timnya merupakan tindak lanjut dari surat resmi Pemerintah Aceh ke KKP mengenai pendangkalan muara yang menghambat aktivitas nelayan. “Kami datang untuk menindaklanjuti permintaan Gubernur Aceh terkait perbaikan sedimentasi muara sungai dan muara perikanan yang dangkal,” ungkap Permana.

Baca Juga :  Gubernur Muzakir Manaf Ajak Kagama Aceh Bersinergi Bangun Daerah

Tim KKP dijadwalkan bertahan di Aceh selama tiga hari untuk melakukan survei lapangan terhadap 13 pelabuhan perikanan prioritas. Lokasi survei mencakup Lampulo (Banda Aceh), Idi (Aceh Timur), Lambada (Aceh Besar), Kuala Tari dan Kuala Peukan Baro (Pidie), Kuala Meurudu dan Kuala Panteraja (Pidie Jaya), Kuala Peudada (Bireuen), Kuala Pusong (Lhokseumawe), Kuala Krueng Mane (Aceh Utara), Kuala Anak Laut (Singkil), Kuala Ujung Baroh (Aceh Barat), serta Kuala Ujung Serangga (Aceh Barat Daya).

Baca Juga :  Ketua TP PKK Aceh Apresiasi Aksi Kemanusiaan Relawan di Daerah Bencana

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, menekankan urgensi penanganan menyeluruh. “Aceh punya 28 muara sungai, dikelilingi laut dengan garis pantai panjang. Dari 6 juta penduduk, 25 persen bergantung pada sektor kelautan. Nelayan sering kesulitan melaut karena harus menunggu air pasang,” tegas Mualem.

Baca Juga :  Sekda Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi Penanggulangan Bencana di tanggapi.acehprov.go.id

Ia juga menyoroti risiko banjir akibat pendangkalan muara. “Air sungai meluap ke permukiman jika muara dangkal. Ini keluhan nelayan sejak masa kampanye,” tambahnya. Mualem turut meminta penanganan komprehensif abrasi di Aceh Utara. “Kami harap pemerintah pusat tangani secara menyeluruh, termasuk abrasi,” pungkasnya.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kesejahteraan nelayan Aceh dan mencegah bencana banjir di wilayah pesisir.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

News

Wagub Fadhlullah Buka FKIJK Aceh Run 2025

News

Disorot Kemendagri, PWI Aceh Tegaskan Anggaran Iklan Pemerintah Bukan Sekadar Pencitraan
Sekda Aceh

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dukung PWI Perkuat Peran Media di Pembangunan

Pemerintah Aceh

Bencana Hidrometeorologi, Mualem Tetapkan Perpanjangan Ketiga Tanggap Darurat Aceh

News

Wagub Fadhlullah Hadiri Wisuda Dayah Jeumala Amal, Dorong Santri Menjadi Pemimpin dan Kenang Masa-masa Menjadi Santri

Pemerintah Aceh

Empat Program Strategis Dicanangkan, Pendidikan Dayah di Aceh Siap Lebih Berkualitas dan Berdaya Saing

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Hadiri Pelantikan PMI Aceh 2025–2030, Dorong Peran Aktif Bantu Korban Banjir dan Longsor

Nasional

Wagub Aceh Dampingi Menko Polkam Tinjau Huntap Korban Banjir di Aceh Utara