Home / Pemerintah Aceh

Selasa, 28 April 2026 - 08:35 WIB

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

mm Redaksi

Foto bersama usai audiensi antara Pemerintah Aceh dan Kedutaan Besar UEA terkait kerja sama ekonomi dan pengembangan sektor strategis, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Foto bersama usai audiensi antara Pemerintah Aceh dan Kedutaan Besar UEA terkait kerja sama ekonomi dan pengembangan sektor strategis, Jakarta, Senin (27/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Jakarta – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Abdulla Salem Al-Dhaheri, sepakat membentuk tim bersama untuk program investasi, perdagangan, dan penerbangan. Tim ini mulai bekerja pada Mei 2026 ini.

Kesepakatan tersebut terjadi dalam pertemuan audiensi Gubernur Aceh dan Dubes UEA, Senin (27/4/2026). “Ini kunjungan audiensi, sekaligus kita membuka ruang usaha untuk mereka di Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr Nurlis Effendi.

Pertemuan itu berlangsung di kediaman Dubes UEA yang berada di Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Mualem didampingi staf khususnya, Dr Suraiya IT, HM Fauzan Kamil Lc MA, ⁠H Teuku Irsyadi, ⁠Iskandarsyah Bakrie Saadudin, dan Vanda Mutia.

Baca Juga :  Wali Nanggroe Tegaskan Akses Layanan Kesehatan Harus Dibuka Luas bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh

Sedangkan Duta besar UEA didampingi Manejer Emirates Indonesia Majid Alfalasi, Manejer Etihad Indonesia, dan beberapa pejabat tinggi Kedutaan Besar UEA bidang investasi dan perdagangan.

Nurlis menjelaskan, bahwa dalam pertemuan tersebut Mualem memaparkan sejumlah peluang investasi untuk investor UEA. “Sektor perminyakan, gas, pertambangan, dan juga pabrik olahan minyak sawit menjadi minyak goreng,” kata Nurlis.

Selain itu, kata Nurlis, Gubernur Aceh juga menjelaskan mengenai potensi perdagangan ekspor produk pertanian Aceh ke UEA. “Tentu dalam bentuk produk olahan,” kata Nurlis. “Seperti minyak nilam dan kayu gaharu sebagai bahan baku parfum yang sering digunakan warga Arab.”

Baca Juga :  Media Sosial di Aceh Disorot, Sekda Minta Pengawasan dan Penindakan Diperkuat

Selain itu, Nurlis menambahkan, Gubernur juga memaparkan produk turunan kelapa yang banyak diminati pasar Timur Tengah (minyak kelapa, tepung kelapa, briket arang kelapa, sabut kelapa). “Selain itu, juga mengenai biomassa energi terbarukan seperti wood pelet, karbon aktif dari cangkang kelapa dan cangkang kelapa sawit untuk kebutuhan industry,” katanya.

Dubes UEA sangat menyambut baik ajakan Gubernur Aceh untuk berinvestasi dan menjalin hubungan kerjasma dagang. Emirates dan Etihad juga menyatakan keinginannya membuka kantor dan rute penerbangan dari Aceh ke UEA dengan penerbangan lanjutan ke Arab Saudi untuk jamah umroh dari Aceh dan kota lain yang transit di Aceh.

Baca Juga :  Aceh Gelar HKSJ 2025, 9 Pemkab Dihargai Peduli Jiwa

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Dubes UEA akan ikut membantu Pemerintah Aceh dalam pemulihan pembangunan pasca bencana di Aceh. “Misalnya pembangunan tempat tinggal, lahan pertanian dan jalan raya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Dubes UEA menegaskan kembali rencana investasi Mubadala Energy UEA untuk membangun fasilitas logistik shorebase untuk mendukung eksplorasi blok Andaman di Aceh.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Susun R3P Pascabencana Banjir dan Longsor, Target Rampung Januari 2026

News

Fadhlullah: Gerindra Konsisten Bantu Rakyat, Kesehatan Prioritas Utama

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem Ajak Orang Tua Antar Anak di Hari Pertama Sekolah

Pemerintah Aceh

Mualem Dukung Kebijakan Swasembada Pangan Presiden Prabowo

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Hidrometeorologi

Pemerintah Aceh

Taufik Minta Kabupaten/Kota Siaga Hadapi Peningkatan Curah Hujan November 2026

Pemerintah Aceh

Terima Masa Aksi, Karo Pemotda Setda Aceh: Empat Pulau Itu Milik Kita

Pemerintah Aceh

Sabet Sembilan Penghargaan, Aceh Jadi Salah Satu Daerah Terbaik di Anugerah Adinata Syariah 2026