Home / Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:20 WIB

Kandidat Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin Bantah Tuduhan Suap Kongres PWI 2025

mm Redaksi

Melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal, Nasir Nurdin menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum atas tuduhan yang dinilainya sebagai pencemaran nama baik. Foto: Dok. Istimewa

Melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal, Nasir Nurdin menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum atas tuduhan yang dinilainya sebagai pencemaran nama baik. Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Kandidat Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin menanggapi kampanye hitam ala preman kampung yang ditayangkan sejumlah media luar Aceh dalam beberapa waktu terakhir.

“Banyak pihak menyarankan tak perlu dilayani karena sudah jelas upaya pembunuhan karakter. Tapi kalau tidak ditanggapi bisa dianggap sebagai kebenaran,” kata Nasir melalu Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

Menurut Nasir, tudingan dirinya menerima suap ketika berlangsungnya Kongres PWI Pusat di Cikarang, Bekasi Jawa Barat, Agustus 2025 sangat tidak berdasar.

Baca Juga :  Atasi Ancaman Abrasi, Pemkab Aceh Barat Segera Normalisasi Sungai

“Suap tidak berdiri sendiri, tetapi ada pemberi dan penerima. Namun dalam tudingan terhadap saya hanya mengulang-ulang menampilkan rekening pribadi saya dengan memperlihatkan saldo Rp72 juta yang disebut suap. Tak ada data transaksi dari mana sumber dana. Ini sangat keterlaluan. Apa tidak boleh rekening saya memiliki saldo?” kata Nasir Nurdin.

Nasir meyakini apa yang diberitakan tak terlepas dari kontestasi di PWI Aceh di mana ada orang-orang yang merasa terganggu hingga menebarkan isu yang sangat memalukan.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Buka Bimtek Keuangan Polri, Dorong Peningkatan Profesionalisme dan Integritas

“Bahwa ini bukan main-main, ini merupakan bentuk pencemaran nama baik dan fitnah terhadap saya sebagaimana diatur pada Pasal 27A UU ITE, Pasal 45 ayat (4) UU ITE, Pasal 433 KUHP dan Pasal 311 tentang Pencemaran Nama Baik dan Fitnah, saya tidak akan tinggal diam, dan akan mempertimbangkan memproses tuduhan-tudahan tanpa dasar ini,”sambung Nasir.

“PWI Pusat sudah sangat berbaik hati menurunkan tim untuk mencari tahu kebenaran laporan yang disampaikan baik terkait kandidat maupun kepanitiaan Konferprov XIII PWI Aceh. Dari sekian banyak laporan yang diverifikasi tak ada satupun yang terkait isu suap. Kok tiba-tiba isu itu muncul setelah tim PWI Pusat kembali ke Jakarta,” tandas Nasir Nurdin melalui Ketua Tim Pemenangannya, Jufrizal.

Baca Juga :  Koordinator BFLF Serahkan Bantuan Kemanusiaan kepada Camat Syiah Utama dan Sekdes Gunung Sayang 

Nasir menyatakan siap mempertanggung jawabkan tuduhan suap tersebut sejauh bisa mengungkapkan siapa pemberi suap.

“Ayo kita buka-bukaan, jangan seperti orang kebakaran jenggot lalu menyeruduk apa saja,” demikian Jufrizal.[]

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Operasi Sikat Seulawah Lampaui Target, Begini Update Tindak Premanisme di Polresta Banda Aceh

Daerah

Tokoh Dermawan Aceh Nyak Sandang Tutup Usia, Penyumbang Pesawat Pertama RI Berpulang

Daerah

Babinsa Koramil 08/Silih Nara Gelar Karya Bakti Bersama Warga, Wujudkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Daerah

Ketua DPRK Simeulue Soroti Kondisi Pelabuhan Pulau Siumat: Tahun Lalu Gagal, Tahun Ini Harus Jadi

Daerah

Peluncuran KITATANGGUH Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Mitigasi Bencana

Daerah

Bupati Aceh Timur Ultimatum Pemko Langsa Bayar Kompensasi Aset Sebelum 2 September

Daerah

Musliadi Menang Telak di Pilkades Desa Jamur Ujung

Daerah

KKN Berujung Duka, Dua Mahasiswa UGM Tewas di Perairan Maluku