Home / Pemerintah Aceh

Kamis, 2 April 2026 - 20:46 WIB

Wali Nanggroe Tekankan Rehabilitasi Pascabencana Aceh Harus Transparan dan Terintegrasi

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima Kepala Posko PPR Aceh Safrizal ZA dalam pertemuan membahas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (2/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menerima Kepala Posko PPR Aceh Safrizal ZA dalam pertemuan membahas rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Kamis (2/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh — Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Muliag Tgk. Malik Mahmud Al Haythar menegaskan pentingnya penanganan pascabencana secara menyeluruh dan terintegrasi dalam pertemuan dengan Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PPR) Aceh, Safrizal ZA, Kamis (2/4/2026), di Meuligoe Wali Nanggroe.

Pertemuan tersebut salahsatunya menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang transparan, keadilan sosial, serta keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris mengatakan, dalam pertemuan itu, Wali Nanggroe didampingi Staf Khusus Dr. M Raviq, sementara Safrizal turut didampingi Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP, Nurdin. Keduanya membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga penguatan infrastruktur dan ekonomi daerah.

Baca Juga :  Sekda Aceh Hadiri Rapat Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Bali, Bahas Penguatan Kelembagaan dan DBH Migas

Wali Nanggroe menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya alam, termasuk membuka akses informasi hasil eksplorasi kepada publik. Ia juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap izin-izin yang dinilai tidak produktif serta penertiban aktivitas ilegal.

“Pengelolaan sumber daya alam harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dengan prinsip keterbukaan dan penegakan hukum yang tegas,” ujarnya.

Pada aspek rehabilitasi dan rekonstruksi, disepakati relokasi masyarakat terdampak bencana dilakukan secara terencana di kawasan aman, disertai penyediaan infrastruktur dasar dan fasilitas komunal yang memadai. Pemerintah juga akan menetapkan zona larangan pembangunan di wilayah rawan bencana sebagai bagian dari strategi mitigasi jangka panjang.

Baca Juga :  Kondisi Kesehatan Gubernur Mualem di Singapura, Kapan Kembali ke Aceh?

“Selain itu, peran lembaga adat ditekankan sebagai elemen penting dalam mendukung keberhasilan kebijakan, terutama dalam menjaga kohesi sosial dan memastikan pendekatan berbasis kearifan lokal,” tegas Wali Nanggroe.

Di sektor infrastruktur, pertemuan tersebut menyoroti urgensi percepatan proyek strategis nasional, khususnya pembangunan jalan tol dan pelabuhan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Upaya ini akan diperkuat melalui penyusunan masterplan pembangunan Aceh pascabencana yang terintegrasi dengan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Lakukan Pertemuan Tindak Lanjut dengan Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah RI

“Dalam perspektif ekonomi, investasi yang masuk ke Aceh harus berorientasi pada nilai tambah, termasuk pemberdayaan ekonomi lokal, transfer teknologi, serta penguatan sistem keuangan daerah,” sebut Wali Nanggroe.

Wali Nanggroe juga menyoroti pentingnya peningkatan integritas dan efektivitas birokrasi, serta transparansi dalam pengelolaan anggaran dan pelayanan publik sebagai prasyarat percepatan pembangunan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

85 ASN Pemerintah Aceh Tunaikan Ibadah Haji Tahun Ini

Pemerintah Aceh

Kejati Aceh Edukasi Pelajar SMKN 1 Takengon Lewat Program Jaksa Masuk Sekolah

Daerah

Jembatan Awe Geutah Ambruk, Wagub Aceh Tinjau Lokasi dan Minta Pembangunan Jalur Alternatif Dipercepat

Pemerintah Aceh

Lintasan RoRo Jakarta–Malahayati Segera Beroperasi, Dorong Logistik dan Ekonomi Aceh

Pemerintah Aceh

Gubernur Aceh Hadiri Relaunching AMANAH, Dorong Peran Strategis Generasi Muda

Pemerintah Aceh

Serambi Awards 2026, Marlina Usman: Aksi Kemanusiaan Bukan untuk Penghargaan

Pemerintah Aceh

Gubernur Mualem dan Dubes UEA Bentuk Tim Program Investasi di Aceh

News

Disorot Kemendagri, PWI Aceh Tegaskan Anggaran Iklan Pemerintah Bukan Sekadar Pencitraan