Home / Pemerintah Aceh

Sabtu, 9 Mei 2026 - 13:47 WIB

Wali Nanggroe Kukuhkan Pengurus MAA Aceh Periode 2026-2031

mm Redaksi

Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar, mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar, mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031 di Pendopo Wali Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (9/5/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh, Teungku Malik Mahmud Al Haytar mengukuhkan pengurus Majelis Adat Aceh (MAA) masa bakti 2026-2031. Prosesi pengukuhan berlangsung di Pendopo Wali Nanggroe, Sabtu (9/5/2026).

Dalam sambutannya, Wali Nanggroe menyebut amanah yang diberikan kepada pengurus baru bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan leluhur.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab besar untuk menjaga marwah adat Aceh sebagai warisan luhur indatu kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Aceh Turunkan 3.000 Relawan ASN Tangani Dampak Bencana Hidrometeorologi

Ia menegaskan, Aceh dibangun di atas perpaduan nilai agama, adat, dan budaya yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Hal itu tercermin dalam falsafah Aceh, “Adat bak Po Teumeureuhom, hukom bak Syiah Kuala,” yang menggambarkan hubungan erat antara adat dan hukum dalam kehidupan masyarakat Aceh.

Menurut Malik Mahmud, keberadaan MAA saat ini memiliki peran strategis untuk memastikan adat tidak hanya hadir dalam seremoni, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat sebagai pedoman etika dan penyelesaian persoalan sosial.

Baca Juga :  Sekda Aceh Pimpin Rapat Virtual, Bahas Penetapan 1.630 Sumur Minyak Masyarakat

“Adat harus mampu memperkuat persatuan, menjaga jati diri bangsa Aceh, dan menjadi solusi bijaksana dalam kehidupan masyarakat,” katanya.

Ia juga meminta kepengurusan baru memperkuat kelembagaan adat hingga ke tingkat gampong serta membangun sinergi dengan pemerintah, ulama, dan generasi muda agar adat Aceh tetap relevan tanpa kehilangan nilai-nilai luhur.

Baca Juga :  Wakil Gubernur Aceh Dapat Ucapan Khusus dari Ustaz Abdul Somad

Selain itu, Wali Nanggroe menyoroti pentingnya memperkenalkan sejarah, budaya, bahasa, dan adat Aceh kepada generasi muda agar identitas budaya tidak tergerus perkembangan zaman.

“Kita harus memastikan generasi muda memahami akar budayanya sendiri, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Malik Mahmud mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga persatuan dan merawat perdamaian Aceh yang telah diperjuangkan bersama selama ini.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Pemprov Aceh Sidak SPBU dan Telusuri Distribusi Semen, Masyarakat Diminta Laporkan Dugaan Penyimpangan

Pemerintah Aceh

Wagub Aceh Fadhlullah Temui Waled Lapang, Bahas Peran Ulama dan Kehidupan Masyarakat

News

Akrab dan Ceria Halal bi Halal di Kediaman Pribadi Wagub Fadhlullah

Pemerintah Aceh

Uji Publik Perwal Konservasi, Pemangku Adat Soroti Wilayah dan Hukum Adat

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi Penanggulangan Bencana di tanggapi.acehprov.go.id

Advertorial

Ketua TP PKK Aceh Dukung Kafilah Aceh Berlaga di MTQ Nasional XXXI 2026

Pemerintah Aceh

Ketua TP PKK Aceh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Langkahan Aceh Utara

Ekbis

Menko Perekonomian Terima Gubernur Aceh, Bahas Percepatan Pemulihan Ekonomi Pascabencana