Home / TNI-Polri

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:19 WIB

Progres Jembatan Gantung Burni Bius Capai 51,8 Persen, TNI dan Warga Bersinergi Bangun Akses Vital di Aceh Tengah

mm Redaksi

Personel TNI bersama warga bergotong royong mengerjakan pembangunan Jembatan Gantung Dusun Gantung Langit, Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Jumat (27/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Personel TNI bersama warga bergotong royong mengerjakan pembangunan Jembatan Gantung Dusun Gantung Langit, Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Jumat (27/2/2026). Foto: Dok. Istimewa

Takengon – Pembangunan Jembatan Gantung di Dusun Gantung Langit, Desa Burni Bius, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga Jumat, 27 Februari 2026, progres pengerjaan fisik telah mencapai 51,8 persen dari total target pembangunan yang telah direncanakan sebelumnya.

Jembatan gantung sepanjang 75 meter ini dibangun sebagai sarana penghubung vital bagi masyarakat Desa Burni Bius, khususnya warga Dusun Gantung Langit, yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi. Pada musim hujan, peningkatan debit air sungai kerap menghambat aktivitas warga. Tidak jarang masyarakat harus menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu demi mencapai kebun, sekolah, fasilitas kesehatan, maupun kampung tetangga.

Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan mampu menjadi solusi atas kendala tersebut. Selain memperlancar mobilitas warga, jembatan ini juga akan mempermudah distribusi hasil pertanian yang menjadi sumber utama penghasilan masyarakat setempat. Dengan akses yang lebih baik, roda perekonomian desa diyakini akan semakin berkembang.

Baca Juga :  TMMD ke-125 di Aceh Tenggara Resmi Ditutup Pangdam IM

Pembangunan jembatan ini berada di wilayah binaan Koramil 08/Silih Nara yang merupakan bagian dari jajaran Kodim 0106/Aceh Tengah. Dalam pelaksanaannya, personel Kodim diterjunkan langsung ke lokasi bersama personel Yon TP 854/DK. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang turut membantu proses pengerjaan di lapangan secara bergotong royong.

Adapun progres pekerjaan yang telah dicapai saat ini meliputi pemasangan jari-jari penahan sebagai penguat konstruksi utama jembatan, pengecoran pondasi sayap guna memperkokoh struktur penopang, serta pengecatan tiang besi B1 untuk mencegah korosi dan meningkatkan daya tahan material terhadap pengaruh cuaca. Seluruh tahapan pengerjaan dilaksanakan secara cermat dan terukur dengan tetap mengedepankan standar kualitas konstruksi serta faktor keamanan demi menjamin kekuatan dan umur panjang jembatan.

Baca Juga :  Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polda Aceh Gelar Layanan Kesehatan Gratis bagi Disabilitas hingga Lansia

Para prajurit di lapangan terus mengoptimalkan pengerjaan agar pembangunan dapat selesai tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan. Selain mengejar progres, kualitas konstruksi tetap menjadi prioritas utama. Setiap proses dilakukan secara maksimal dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja, sehingga hasil akhir nantinya benar-benar kokoh dan aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.

Semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan warga menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan ini. Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya mempercepat progres pekerjaan, tetapi juga mencerminkan tingginya kepedulian dan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang sedang dibangun di desa mereka.

Pembangunan infrastruktur seperti jembatan gantung memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Akses yang lebih mudah akan mempermudah anak-anak menuju sekolah tanpa khawatir terhambat kondisi sungai, mempercepat jangkauan layanan kesehatan, serta menunjang aktivitas ekonomi warga, khususnya para petani dalam mengangkut hasil panen ke pasar.

Baca Juga :  Brigjen Pol Marzuki Ali Basyah Dilantik sebagai Kapolda Aceh

Salah seorang warga Desa Burni Bius, Murdani (50), menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan jembatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya pembangunan jembatan ini. Selama ini kalau air sungai naik, kami harus memutar cukup jauh untuk ke kebun atau ke kampung sebelah. Dengan adanya jembatan gantung ini, tentu akan sangat membantu aktivitas kami sehari-hari. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang telah membantu,” ungkapnya.

Dengan semangat kebersamaan dan kerja sama yang solid antara TNI dan masyarakat, pembangunan Jembatan Gantung Dusun Gantung Langit diharapkan dapat segera rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Kehadirannya kelak diyakini akan menjadi infrastruktur vital yang membawa manfaat besar dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Burni Bius serta wilayah sekitarnya, sekaligus menjadi simbol nyata sinergi TNI dan rakyat dalam membangun desa.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Pastikan Kualitas Pemenuhan Gizi, Dandim 0115/Simeulue, Tinjau Dapur Sppg Bako Parangai 

TNI-Polri

Kapolda Aceh Beri Penghargaan Taruna Akpol dan Personel Polda Aceh atas Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang

TNI-Polri

Hadir dengan Hati, Polwan Polda Aceh Tebar Kepedulian Lewat Baksos di Aceh Besar

Politik

Ketua PSI Aceh Temui Kapolda, Bahas Ekonomi Rakyat hingga Kolaborasi Bangun Aceh

TNI-Polri

Babinsa Koramil 09/Ketol Bantu Warga Pengecoran Tiang Gudang Kopi di Desa Bah

TNI-Polri

Babinsa Koramil 02/Bebesen Laksanakan Komsos dengan Warga Binaan

Daerah

Taruna Akpol Peserta Latsitardanus XLVI 2026 Bantu Operasional Dapur Umum Pengungsian di Aceh Tamiang

Peristiwa

Taruna Akpol Selamatkan Anak Hanyut di Sungai Kuala Simpang, Aceh Tamiang