Home / Aceh Barat / Pemerintah

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:15 WIB

Diskusi Eksekutif-Legislatif Aceh Barat, Tarmizi Soroti PAD dan Batas Belanja Pegawai

mm Tiara Ayu Juneva

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP bersama pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat saat diskusi santai membahas isu strategis daerah di Pendopo Bupati, Kamis malam (30/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Bupati Aceh Barat Tarmizi SP bersama pimpinan dan anggota DPRK Aceh Barat saat diskusi santai membahas isu strategis daerah di Pendopo Bupati, Kamis malam (30/4/2026). Foto: Dok. Istimewa

Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP bersama jajaran DPRK Aceh Barat menggelar diskusi santai untuk membahas berbagai isu strategis yang tengah dihadapi daerah. Pertemuan yang berlangsung di Pendopo pada Kamis (30/4/2026) malam tersebut turut dihadiri oleh ketua dewan Siti Ramazan, wakil ketua, ketua fraksi, serta ketua komisi.

Bupati Tarmizi menyampaikan bahwa pertemuan dengan eksekutif dan legislatif ini menjadi ruang terbuka untuk bertukar gagasan terkait perkembangan terkini, baik dari sisi geopolitik nasional hingga kondisi daerah Aceh Barat.

“Kami jajaran pemerintah bersama DPRK duduk bersama membahas Aceh Barat dan update isu terkini. Mulai dari geopolitik nasional hingga daerah, termasuk kondisi fiskal yang saat ini tergolong lemah,” kata Tarmizi.

Baca Juga :  Pasca Libur Tahun Baru, Bupati Aceh Barat Sidak SKPK dan Terapkan Reward–Punishment ASN

Menurut Tarmizi, kondisi anggaran daerah yang terbatas menuntut pemerintah dan legislatif untuk menetapkan skala prioritas pembangunan secara tepat. Selain itu, diperlukan strategi jangka ke depan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Diskusi tersebut juga menyoroti berbagai permasalahan serius yang tengah dihadapi Aceh Barat, serta langkah-langkah solusi yang bisa ditempuh secara bersama. Tarmizi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRK dalam merumuskan kebijakan yang efektif.

Baca Juga :  Dorong Ekonomi Kreatif, Pemkab Aceh Barat Salurkan 24 Unit Steling Lapak Usaha

“Sinergi ini perlu dibangun. Melalui diskusi santai seperti ini, ruang untuk menyampaikan pendapat menjadi lebih terbuka. Nanti secara resmi akan dibahas di forum DPRK, tetapi untuk menggali ide bisa dilakukan sambil ngopi seperti ini,” jelasnya.

Salah satu isu penting yang dibahas adalah kebijakan terkait batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen sesuai peraturan pemerintah. Tarmizi mengungkapkan kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut berpotensi berdampak pada keberlanjutan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Baca Juga :  Karhutla di Aceh Barat Belum Padam, Wabup Said Fadheil Turun Langsung ke Lokasi Kebakaran

“Kita berupaya mencari solusi agar jangan sampai P3K, baik penuh waktu maupun paruh waktu, menjadi korban karena keterbatasan anggaran. Ini sedang kita cari jalan keluarnya,” tambahnya.

Selain itu, upaya peningkatan PAD juga menjadi fokus utama, dengan pendekatan yang tidak memberatkan masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menggali potensi pendapatan secara optimal namun tetap memperhatikan kondisi ekonomi warga.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara eksekutif dan legislatif demi mendorong pembangunan Aceh Barat yang lebih baik ke depan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Aceh Besar

Bappeda Aceh Besar Apresiasi Partisipasi Masyarakat Pulo Aceh dalam Penginputan Usulan Musrenbang

Pemerintah

Lapas Kelas III Sinabang Berikan Remisi Umum bagi Narapidana pada Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI

Daerah

TP PKK Banda Aceh Perkenalkan Budaya Lokal ke Delegasi APEKSI Lewat Kolaborasi Tour

Aceh Barat

Komunitas Woyla Salurkan Rp22,2 Juta untuk 111 Anak Yatim Jelang Idul Fitri

Aceh Barat

Wabup Aceh Barat Jamuan Habib Sayyid Salim Bin Jindan di Meulaboh

Aceh Barat

Bupati Aceh Barat Tinjau RS Regional Meulaboh, Minta Pemerintah Aceh Kembalikan Anggaran Pembangunan

Aceh Barat

MQK VIII Dayah Se-Barat Selatan Aceh Resmi Dibuka, Wabup Aceh Barat Tekankan Penguatan Tradisi Keilmuan

Aceh Barat

Aceh Barat Dukung Pendidikan Dayah, Bupati Tarmizi: Kami Ingin Santri Menjadi Ulama Faqih dan Pemimpin Adil