Jakarta — Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, menerima audiensi Pemuda Persatuan Islam di Kantor Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, Jumat (13/2/2026). Pertemuan tersebut menyoroti penguatan karakter pemuda sebagai fokus utama program kepemudaan nasional.
Wamenpora menegaskan pemuda merupakan calon pemimpin masa depan sehingga pembangunan karakter menjadi prioritas dalam kebijakan kepemudaan.
“Pemuda adalah calon pemimpin di masa depan. Kemenpora selalu berharap pemuda dapat menjadi lebih baik. Oleh karenanya, program kepemudaan saat ini menitikberatkan pada penanaman nilai patriotisme, gigih, dan empatik,” ujar Taufik.
Legenda bulu tangkis Indonesia itu juga mengaku prihatin terhadap perilaku sebagian generasi muda yang dinilai mulai menyimpang. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dan sesuai usia dalam menangani persoalan pemuda.
“Saya sangat khawatir dengan perilaku pemuda saat ini. Cara yang tepat menangani permasalahan pemuda adalah dengan langkah antisipatif yang disesuaikan dengan umur mereka, serta melalui program kepemudaan yang tepat sasaran,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret, Kemenpora menyiapkan sejumlah program kepemudaan tahun 2026 untuk memperkuat nilai patriotisme, ketangguhan, dan empati. Salah satu agenda strategis adalah penyelenggaraan Youth Summit 2026 yang direncanakan menjadi puncak peringatan Sumpah Pemuda.
Taufik berharap Pemuda Persis dapat berkolaborasi dan membantu menyebarluaskan nilai-nilai karakter yang menjadi fokus pembangunan pemuda nasional.
Ketua Umum Pemuda Persis, Ibrahim Nasrulhaq Al-Fahmi, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam pengembangan kepemudaan.
“Pemuda Persis sebagai organisasi kepemudaan berbasis Islam menganggap penting sinergitas dan kolaborasi dengan Kemenpora. Meski kegiatan utama kami di bidang dakwah, kami juga menyentuh berbagai aspek kehidupan, termasuk kepemudaan dan olahraga,” ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, Wamenpora turut didampingi Tenaga Ahli Wakil Menteri Bidang Pelayanan Kepemudaan Fajar serta Asisten Deputi Bidang Transformasi Kepramukaan, Organisasi, dan Komunitas Pemuda Hendro Wicaksono.***
Editor: DahlanReporter: Syaiful AB












