Home / Daerah / Pendidikan

Senin, 26 Mei 2025 - 12:22 WIB

Disdik Aceh Tegaskan Larangan Pungutan Pada Penerimaan Siswa Baru

Redaksi

Kepala Disdik Aceh, Marthunis, menegaskan larangan adanya pungutan dalam pelaksanaan SPMB untuk SMA/SMK dan SLB tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Disdik Aceh, Marthunis, menegaskan larangan adanya pungutan dalam pelaksanaan SPMB untuk SMA/SMK dan SLB tahun ajaran 2025/2026.

Banda Aceh – Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh menegaskan larangan adanya pungutan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMA/SMK dan SLB tahun ajaran 2025/2026.

Penegasan tersebut juga disampaikan melalui Surat Edaran (SE) resmi yang dikeluarkan oleh Disdik Aceh dan ditujukan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah Kabupaten/kota untuk seluruh Aceh.

“SE ini untuk memastikan agar semua murid mendapatkan hak pendidikan.

Jangan sampai ada murid tidak bersekolah karena tidak mampu membayar pungutan,” kata Kepala Disdik Aceh, Marthunis kepada Serambinews.com, Sabtu (24/5/2025).

Baca Juga :  Wagub Surati Kementerian PUPR, Minta Jalan Tol Sibanceh Seksi 1 Dibuka Khusus untuk Jamaah Haji

Surat edaran tersebut sejalan dengan Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2025 Tentang Sistem Penerimaan Murid Baru pada pasal 33 ayat 3 poin (f) bahwa tidak dibenarkan melakukan pungutan pada saat pelaksanaan penerimaan Murid baru.

Disdik Aceh, kata Marthunis, juga mengimbau seluruh sekolah dalam wilayahnya untuk menjalankan proses penerimaan siswa baru sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa membebani calon peserta didik dan orang tua dengan biaya tambahan tidak sah.

Baca Juga :  Pemkab Aceh Besar Dorong Pemerintahan Gampong Lebih Progresif

Bagi masyarakat yang menemukan adanya pelanggaran terhadap Surat Edaran ini, Marthunis mempersilakan untuk melaporkannya ke Kantor Cabang Dinas, langsung ke Dinas Pendidikan Aceh, atau ke Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.

“Jika ada yang tidak menjalankan SE, silakan menghubungi Kantor Cabang Dinas atau Dinas Pendidikan Aceh atau Ombusdman,” ujarnya.

Baca Juga :  Lunasi 84 Persen Utang Banda Aceh dalam 100 Hari Kerja, Iskandar Mahmud: Bukti Illiza-Afdhal Serius

Langkah ini, kata Marthunis, merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam menjamin akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak di daerah tersebut.

Marthunis juga menekankan bahwa pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap pelaksaan edaran tersebut, baik pengawasan secara langsung maupun melalui laporan masyarakat.

“Pemantauan pasti ada dan juga menerima laporan masyarakat,” pungkasnya.

Editor: redaksi

Share :

Baca Juga

Pendidikan

OMI Bidang Sains 2025 Banjir Peminat, 204 Ribu Siswa Ikut Seleksi

Pendidikan

Beasiswa Indonesia Bangkit Sasar Perguruan Tinggi Dunia, Ini Rinciannya
Pangdam IM

Daerah

Pangdam IM Tinjau KDMP, Sinergi TNI dan Ekonomi Desa

Daerah

Bhabinkamtibmas Ajak Siswa MIN 09 Pondok Ulung Disiplin dan Anti-Bullying
Kapolda Aceh

Daerah

Kapolda Aceh Ajak Generasi Muda Lawan Narkoba Lewat Sport

Aceh Besar

Disdikbud Aceh Besar Gelar Rakor Pengawas Sekolah, Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan

Daerah

Kasdam IM: IOF Berperan Strategis dalam Misi Kemanusiaan dan Kebencanaan

Daerah

Peringati Hari Talasemia Sedunia, Istri Wagub Aceh Mukarramah Santuni Pasien Talasemia di RSUDZA