Home / Pemerintah Aceh / Pendidikan

Senin, 26 Januari 2026 - 18:44 WIB

Pulihkan Semangat Anak Pascabencana, Save the Children Gelar Kegiatan Psikososial di Aceh Tengah

mm Tiara Ayu Juneva

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. Foto: Dok. Disdik Aceh

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin. Foto: Dok. Disdik Aceh

Banda Aceh — Di tengah keterbatasan pascabencana, harapan tetap tumbuh dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak berkumpul untuk belajar dan bermain. Di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, puluhan anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial guna menjaga keberlangsungan pendidikan dan kesehatan mental mereka.

Sebanyak 75 anak berpartisipasi dalam kegiatan Psychosocial Support Activity (PSA) atau trauma healing yang dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia. Kegiatan tersebut diisi dengan berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, seperti bernyanyi, bermain, serta berbagi cerita, yang disambut antusias oleh anak-anak.

Baca Juga :  Plt. Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Di sela kegiatan, sejumlah anak mengungkapkan kerinduan mereka untuk kembali bersekolah secara normal. Saat ini, proses belajar mengajar di wilayah tersebut masih berlangsung terbatas, yakni hanya tiga hari dalam sepekan akibat dampak bencana.

Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaporkan oleh perwakilan Save the Children Indonesia kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Baca Juga :  Menag Nasaruddin Umar Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di MTsN 6 Jakarta

Save the Children Indonesia juga menyampaikan komitmennya untuk terus menjangkau desa dan sekolah yang masih terisolir, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan anak pascabencana.

Pemerintah Aceh menyambut baik langkah tersebut. Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat langsung di lapangan dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, meski dalam situasi darurat.

“Di masa pemulihan, pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga tentang memulihkan rasa aman dan semangat anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga :  MAN IC Pekalongan Akhiri Matsama, Pemetaan Potensi Siswa Baru Ungkap Banyak Calon Dokter dan Saintis

Ia menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi.

Dari Desa Kekuyang, optimisme itu perlahan tumbuh. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna, rasa aman dan kebersamaan kembali dihadirkan, membantu anak-anak menatap masa depan dan bangkit dari bayang-bayang bencana.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Pemerintah Aceh

Aceh Siapkan Strategi Khusus Kendalikan Inflasi Jelang Bulan Maulid

Daerah

Disdik Aceh Tegaskan Larangan Pungutan Pada Penerimaan Siswa Baru

Pemerintah Aceh

Buka Puasa Bersama KONI Aceh, Sekda Ungkap Peran Mualem Dongkrak Prestasi Atlet di PON

Pemerintah Aceh

Sekda Aceh Tinjau Posko Logistik Krueng Geukueh, Pastikan Stok Bantuan Banjir dan Longsor Aman

Pemerintah Aceh

Murthalamuddin Ajak Sekolah di Bener Meriah Bangun Pendidikan Bermakna dan Berdaya Saing

Pemerintah Aceh

Mualem Buka Raker, Dorong Percepatan Serapan Anggaran Aceh
Aceh Festival 2025

Pemerintah Aceh

Wagub Tekankan Identitas Budaya di Aceh Festival 2025

Pemerintah Aceh

Kak Na Ajak: Inovasi Penting untuk Bersaing di tingkat Global