Home / Aceh Besar / Pemerintah

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:06 WIB

Anita Mantan Kadinkes Aceh Besar Klarifikasi Isu Seleksi JPT Pratama

mm Tiara Ayu Juneva

Kuasa hukum Anita, Yulfan, memberikan klarifikasi resmi terkait keikutsertaan kliennya dalam seleksi JPT Pratama Pemerintah Aceh, Selasa (20/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Kuasa hukum Anita, Yulfan, memberikan klarifikasi resmi terkait keikutsertaan kliennya dalam seleksi JPT Pratama Pemerintah Aceh, Selasa (20/01/2026). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Keikutsertaan mantan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita, dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Pemerintah Aceh menuai sorotan publik.

Menanggapi hal tersebut, tim kuasa hukum Anita memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan pemberitaan yang dinilai tidak utuh dan berpotensi menyesatkan opini masyarakat.

Kuasa hukum Anita, Yulfan, menegaskan bahwa partisipasi kliennya dalam seleksi JPT merupakan hak hukum dan hak konstitusional setiap warga negara yang memenuhi persyaratan administrasi.

“Keikutsertaan klien kami adalah hak yang dijamin konstitusi. Hak tersebut tidak gugur hanya karena stigma atau opini publik, selama tidak ada larangan tegas dalam peraturan perundang-undangan,” ujar Yulfan dalam konferensi pers, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga :  Anggota DPRK Simeulue, Zainuddin, Gelar Reses Tahap Dua Serap Aspirasi Masyarakat

Menurutnya, seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama merupakan bagian dari mekanisme administrasi kepegawaian, bukan proses peradilan pidana maupun penilaian moral di ruang publik.

Proses tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020, serta Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2019.

Ia menjelaskan, tahapan seleksi administrasi hanya berfungsi untuk memverifikasi kelengkapan dan kesesuaian dokumen, bukan penetapan jabatan dan bukan pula penilaian atas kepantasan moral seseorang.

“Seluruh penilaian dilakukan secara objektif dan menyeluruh oleh panitia seleksi, mulai dari kompetensi, pengalaman jabatan, hingga rekam jejak,” katanya.

Terkait syarat integritas dan moralitas, Yulfan menilai bahwa rekam jejak tidak dapat dimaknai secara sempit sebagai ketiadaan masalah hukum. Menurutnya, yang dinilai adalah keseluruhan sikap, tanggung jawab, dan kepatuhan terhadap proses hukum.

Baca Juga :  Kadis Pertanian Aceh Besar Ikuti Rakor Monitoring Percepatan Optimalisasi Swasembada Pangan Nasional

Ia juga menyinggung perkara pidana yang kerap dikaitkan dengan kliennya. Dalam putusan Nomor 67/Pid.B/2025/PN JTH, majelis hakim menjatuhkan pidana bersyarat atau pidana percobaan kepada Anita berdasarkan Pasal 14a KUHP.

Putusan tersebut menegaskan bahwa perbuatan yang dinilai merupakan kelalaian administratif, bukan kejahatan dengan niat jahat. “Hakim bahkan menilai terdakwa masih layak menjalankan fungsi sosialnya di tengah masyarakat,” jelas Yulfan.

Ia menambahkan, pidana percobaan secara hukum tidak menimbulkan status sebagai narapidana karena tidak dijalani di lembaga pemasyarakatan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Baca Juga :  Indeks Pelayanan Publik Capai 4,07, Aceh Barat Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang PEKPPP

Dengan demikian, lanjutnya, pernyataan administratif yang disampaikan kliennya dalam proses seleksi JPT telah sesuai dengan fakta hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tidak ada pemalsuan, tidak ada penyesatan, dan tidak ada itikad buruk. Hingga saat ini, tidak ada satu pun aturan dalam Undang-Undang ASN yang secara otomatis mencabut hak klien kami untuk mengikuti seleksi JPT,” tegasnya.

Kuasa hukum menekankan bahwa kliennya tidak meminta perlakuan khusus dalam proses seleksi tersebut. Mereka hanya menginginkan perlakuan yang adil serta penghormatan terhadap prinsip negara hukum.

“Seseorang tidak boleh dihukum dua kali, sekali oleh pengadilan dan sekali lagi oleh opini publik,” tutup Yulfan.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Ombudsman

Aceh Besar

Pegawai Panti Sosial Aneuk Nanggroe Dinilai Bekerja dengan Hati, Ombudsman Angkat Topi

Aceh Besar

Duka Dua Bersaudara Yatim Piatu di Leu Ue, Warga Kumpulkan Donasi Rp10,9 Juta

Pemerintah

Aceh Deklarasikan Green Policing, Lawan Tambang Liar dan Jaga Kelestarian Alam

Aceh Besar

Ratusan Tenaga Kesehatan Sampaikan Tuntutan SK Bakti, Ini Penjelasan Wabup Aceh Besar

Aceh Besar

Bupati Muharram Idris Terima Laporan Event PORKAB Aceh Besar Tahun 2025

Aceh Barat

Bupati Tarmizi Intensif Koordinasi dengan BNPB, Operasi Modifikasi Cuaca Segera Digelar di Aceh Barat

Aceh Besar

Tinjau Lahan 35 Hektare, Pemkab Aceh Besar Dorong Pembangunan IPDN di Kota Jantho

Aceh Besar

Dinkes Aceh Besar Optimistis Tekan Angka Stunting melalui Kolaborasi Lintas Sektor