Home / Daerah / Pemko Banda Aceh

Selasa, 16 Desember 2025 - 20:15 WIB

Listrik Padam dan Gas Langka, Wakil Ketua DPRK Banda Aceh Nilai Negara Abai ke Rakyat Aceh

mm Tiara Ayu Juneva

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd, M.Pd, menyampaikan kritik terhadap buruknya pelayanan dasar pasca bencana hidrometeorologi di Aceh, Selasa (16/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd, M.Pd, menyampaikan kritik terhadap buruknya pelayanan dasar pasca bencana hidrometeorologi di Aceh, Selasa (16/12/2025). Foto: Dok. Istimewa

Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, S.Pd, M.Pd, menyoroti buruknya pelayanan dasar yang masih dirasakan masyarakat Aceh pasca musibah hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah.

Ia menilai, meskipun Indonesia telah 80 tahun merdeka, masyarakat Aceh hingga kini masih merasakan ketertinggalan pelayanan publik, terutama terkait pasokan listrik dan gas elpiji.

Menurut Musriadi, hingga saat ini banyak wilayah di Aceh masih lumpuh akibat tidak berfungsinya layanan dasar. Pemadaman listrik yang berlangsung berhari-hari serta kelangkaan gas elpiji berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, pelaku UMKM, layanan kesehatan, hingga roda perekonomian daerah.

Baca Juga :  Kapolda Marzuki Kunker ke Aceh Tengah, Tegaskan Pelayanan Humanis

“Indonesia sudah 80 tahun merdeka, tapi Aceh masih seperti terjajah dari sisi pelayanan. Listrik padam berhari-hari, gas elpiji sulit didapat. Ini bukan sekadar gangguan teknis, melainkan kegagalan negara dalam memenuhi kebutuhan dasar rakyat,” tegas Musriadi Aswad, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga :  Polres Kawal Aksi Honorer, Situasi Kota Tetap Kondusif

Ia menekankan, kondisi pascabencana seharusnya menjadi prioritas utama pemerintah pusat serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait, khususnya PLN dan Pertamina. Namun, kenyataannya masyarakat justru dibiarkan menghadapi kesulitan tanpa kejelasan pemulihan layanan.

“BUMN jangan menutup mata melihat kondisi Aceh hari ini. Hampir semua aktivitas lumpuh. Pelayanan dasar tidak berjalan. Masyarakat butuh listrik untuk bertahan hidup dan gas untuk memasak, bukan sekadar janji,” ujarnya.

Baca Juga :  Disparpora Aceh Timur Resmi Buka Pemilihan Agam Inong 2025

Wakil Ketua DPRK Banda Aceh itu juga meminta pemerintah pusat untuk segera turun tangan secara serius dengan langkah-langkah konkret dan terukur, bukan hanya sebatas pernyataan normatif.

Ia menegaskan bahwa Aceh tidak boleh diperlakukan sebagai daerah pinggiran, terlebih dalam situasi darurat pascabencana.

“Negara harus benar-benar hadir, bukan hanya dalam slogan. Jika pelayanan dasar saja gagal dipenuhi, maka kemerdekaan itu belum sepenuhnya dirasakan oleh rakyat Aceh,” pungkasnya.

Editor: Dahlan

Share :

Baca Juga

Daerah

Tim Futsal Aceh Besar Optimis Lolos ke PORA 2026
Polsek Dewantara

Daerah

Polsek Dewantara Cek Titik Rawan Genangan di Musim Hujan

Daerah

Rektor UIN Ar-Raniry Apresiasi Peran Jusuf Kalla dalam Perdamaian Aceh

Daerah

Safari Ramadan 1447 H, Camat Lueng Bata Salurkan Bantuan Karpet ke Meunasah

Daerah

Peringati Hari Talasemia Sedunia, Istri Wagub Aceh Mukarramah Santuni Pasien Talasemia di RSUDZA

Daerah

Perkuat Silaturahmi di Bulan Suci, Solusi Bangun Andalas Santuni 200 Anak Yatim di Kecamatan Lhoknga dan Kecamatan Leupung

Daerah

Jembatan Tenge Besi di Bener Meriah Rampung Diperbaiki, Akses Warga dan Distribusi Logistik Kembali Normal

Pemko Banda Aceh

Musrena Banda Aceh 2026 Fokus Infrastruktur, SDM, dan Ketahanan Lingkungan